Musi Rawas, Sumselupdate.com – Karena belum riil, jumlah guru ngaji yang ada wilayah Kabupaten Musirawas akan didata lagi.
“Benar. Untuk guru ngaji akan kami data lebih jauh. Karena dari beberapa lembaga seperti kementrian agama dan BKPMRI belum jelas,” ungkap Kabag Kesra Pemkab Mura, H M Yusran Amri, kepada awak media di Hotel Abadi kota Lubuklinggau, Kamis (13/11/2019).
Pendataan memerlukan waktu. Karena guru ngaji ini tersebar di 186 Desa dan 13 Kelurahan dalam wilayah Kabupaten Musirawas.
“Kita akan lebih sinergikan lagi dengan beberapa lembaga ini untuk mendapatkan data guru ngaji secara pasti,” bebernya.
Dia menerangkan sejauh ini Pemkab Mura selalu memberikan pembinaan-pembinaan secara rutin sebagai wujud kepeduliaan kepada guru ngaji.
“Kita datang kedaerah-daerah untuk memberikan tes kepada anak-anak, sehingga didikan mereka itu juga ada kegiatannya,” kata Yusran.
Selain itu, Pemkab Mura juga memberikan insentif kepada 704 guru ngaji.
“Insya Allah akan segera kita realisasikan pada bulan-bulan ini. Insentif nominalnya Rp160 ribu setiap bulan dan sudah mulai dari Januari kemarin,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Agama Isalam Bumi Silampari Kota Lubuklinggau yang juga penyelanggara bimtek guru ngaji, Ngimadudin, menerangkan peserta yang ikut bimtek sebanyak 120 guru ngaji dari 60 Desa di Kabupaten Mura.
“Bimtek ini untuk memberikan bekal kepada guru ngaji untuk dasar-dasar guru ngaji supaya lebih dalam pelaksanaan mereka, aplikasi di tingkat pedesaan itu lebih, secara tekhnis bisa tercapai tujuan pendidikan ngaji,” bebernya.
Bimtek yang diikuti guru ngaji berlangsung selama dua hari. “Bimtek mulai dari orientasi pemerintah daerah seperti apa, ada enam, delapan materi sampai besok pagi. Dua hari,” pungkasnya. (Ain)











