Ternyata Ini Penyebab Anak Sulit Diatur, Simak Tips dan Cara Mendidik Anak Dalam Islam

Rabu, 13 November 2019
Heni, mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang saat bersama anak-anak didiknya.

ANAK usia dini mungkin hal yang wajar baginya untuk bermain dan mengikuti apa yang mereka mau. Tetapi terkadang banyak orang tua yang belum tepat dalam mendidik anaknya.

Sudah seharusnya anak itu tidak selalu untuk dimanja dan seyogianya harus belajar dan mendengarkan apa nasehat dari orang tua.

Read More

Dalam artikel ini ada beberapa penyebab anak menjadi bandel dan susah diatur serta bagaimana cara mengatasinya.

A. Penyebab Anak yang Susah Diatur (Bandel)

1.Sering Dimanja

Orang tua seharusnya tidak terlalu memanjakan anaknya apalagi karena selalu memberikan belas kasihan. Seharusnya orang tua mengajarkan kemandirian dan membiasakan melakukannya sendiri misalnya menyuruh untuk menabung dari sisa uang jajan hingga merapikan kamarnya sendiri.

2. Kurangnya Kasih Sayang

Anak lebih cenderung nakal karena mereka ingin mendapatkan perhatian lebih terutama dari orangtuanya. Seharusnya orang tua bisa meluangkan waktu untuk bermain atau pun berkomunikasi bersama anaknya. Sebagaimana didalam hadist : “

Barang siapa tidak menyayangi maka tidak disayangi”.(HR Bukhori).

3. Mendidik Anak dengan Kekerasan

Hal ini banyak sekali ditemukan pada orangtua sekarang, memaksakan anaknya belajar di luar kemampuannya.

Pada usia yang masih sangat dini, anak lebih mudah menangkap perilaku orang tuanya. Hal ini sangat tidak baik untuk dia nantinya. Padahal hadits Rasulullah SAW menyatakan:

”Barang siapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat kebaikan). (HR  Muslim No 2529)

4. Masuk dalam Lingkungan yang Salah

Di sinilah orangtua harus mengawasi dan mengetahui siapa saja orang-orang yang di sekitarnya. Mungkin saja ada temannya yang nakal dan sudah menjadi kebiasaan, sehingga hal ini bisa mengakibatkan anak cenderung mengikuti kebiasaan temannya tersebut.

5. Mainan yang Belum Layak Diberikan

Misalnya telepon genggam. Sekarang ini bisa kita lihat maraknya anak-anak yang sudah diajarkan memainkan handphone bahkan banyak yang sudah menggunakannya, terutama digunakan untuk main games.

Banyak sekali hal-hal negatif. Anak menjadi lupa waktu terutama waktu belajar karena dia lebih asyik main games daripada belajar, jika ini sering berlanjut anak lebih susah untuk dikendalikan.

6. Kurang Mengenal Agama

Pada usia dini anak seharusnya sudah dilatih untuk mengenal agama. Karena pada masa itulah anak lebih mudah untuk mengingat apa yang diajarkan misalnya mengajarkan anak-anak pada gerakan shalat.

Heni, mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang saat bersama anak-anak didiknya.

 

B. Cara Mengatasi Anak yang Bandel dan Susah Diatur

1. Anak yang Sedang Menangis

Pada saat anak menangis jangan memarahinya apalagi sampai memukulnya karena itu bukan solusi yang tepat bahkan anak akan semakin keras tangisannya.

Solusinya: Sebaiknya anak dibiarkan sejenak sampai dia tidak mengeluarkan suara tinggi. Pada anak usia 2-3 tahun cara meredam agar anak tidak menanggis lagi, dengan menunjukkan sesuatu ke atas seolah-olah ada yang aneh.

Kemudian memberikan hadiah/mainan yang mengeluarkan suara atau pun benda lainnya yang sering dimainkan, menggendong dan mengajaknya keluar melihat disekeliling rumah, mengeluarkan suara yang menyerupai hewan misalnya suara ayam atau kucing.

Pada anak usia 4-5 tahun caranya dengan membelikan makanan untuknya, mengajaknya jalan- jalan keluar rumah, memberikan hadiah yang ada syaratnya harus diam terlebih dahulu, memberikan cerita hewan dengan ekspresi yang menyakinkan dan menunjukkan salah satu mainan seolah-olah kamu tidak mengetahuinya.

2. Jika Anak Tidak Ingin Makan

Sebagian anak susah untuk makan makanan rumah misanya nasi, ayam, sayur, ikan dll. Di sinilah kita harus berkreasi pertama kalian ambil makanannya ceritakan yang menarik dari makanan tersebut.

Kedua pujilah dia seakan-akan si pemberani yang tidak takut sama makanan tersebut. Ketiga ajak anak makan sambil bermain misalnya seolah sendok tersebut sebagai pesawat yang ingin masuk kedalam gua yaitu mulutnya.

3. Jika Anak Tidak Ingin Mandi

Dekati anak dan cium dia seolah-olah badannya bau dan tidak ada yang ingin mendekatinya. Bisa juga katakan kepada anak tersebut, “Nak, nanti ada cacing di perutmu kalau tidak mau mandi,”.

4. Jika Anak Tidak Ingin Belajar

Di sini kita harus memberikan alat tulis dan buku yang menarik misalnya alat tulis warna- warni, buku yang ada gambar hewannya. Mulanya kita harus membuat gambaran tetapi dalam bentuk angka atau huruf supaya anak lebih asyik dalam belajarnya.

5. Jika Anak Tidak Mau Shalat

Berceritalah tentang masa kecil Rasulullah SAW dan menakut-nakuti anak jika meninggalkan shalat nanti akan dihukum dan tidak ada lagi teman yang ingin berteman dengannya. (**)

Penulis: Heni

Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang.

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts