Sebagai Tanaman Multi Manfaat, Aren Juga Bisa Jadi Solusi Pemanfaatan Lahan Rawa

Senin, 9 September 2019
Gubernur Herman Deru didampingi Wagub Mawardi Yahya meninjau budidaya pohon aren.

Inderalaya, Sumselupdate.com – Enau atau aren adalah palma yang terpenting setelah kelapa, karena merupakan tanaman serbaguna. Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama, seperti nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk, kawung, taren, akol, akel, akere, inru, indu, moka, moke, tuwa, tuwak dan lainnya.

Untuk wilayah Sumsel tanaman ini banyak tumbuh di kawasan hutan lindung, terutama daerah pegunungan dan perbukitan, seperti daerah Ranau, Kabupaten OKU Selatan, Pagaralam, Lahat dan Empat Lawang. Tapi juga banyak tumbuh di daerah dataran rendah.

Read More

Karena tanaman ini multi manfaat, banyak masyarakat memanfaatkan tumbuhan ini sebagai sumber pendapatan tambahan. Seperti daunnya bisa dibuat atap atau dinding rumah tempat tinggal, lidinya dibuat sapu atau kerajinan tangan, buahnya dimanfaatkan sebagai panganan atau kolang kaling.

Serabut atau ijuknya dimanfaatkan untuk membuat sapu atau keset kaki serta serbuk batangnya dapat diolah menjadi sagu. Sedangkan cairan getah dari bunga aren bagi sebagian warga diambil untuk dijadikan minuman atau tuak.

Khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, tanaman ini justru dikembangkan untuk lahan basah atau rawa. Upaya pemanfaatan lahan rawa dengan penanaman aren ini pernah diprakarsai Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya saat masih menjabat Bupati Ogan Olir dua periode.

Ketika melakukan blusukan di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (8/9), Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Wagub Ir Mawardi Yahya dan Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia, melihat dari dekat kebun budidaya aren yang ditanam warga.

“Saya rasa ini ide brilian, dengan memanfaatkan lahan rawa sebagai media menanam pohon aren. Ogan Ilir merupakan daerah percontohan penanaman aren di daerah rawah yang pernah diprakarsai oleh pak Wagub saat menjadi Bupati dan ternyata berhasil sebagai solusi pemanfaatan lahan rawa dan banyak manfaat untuk masyarakat,” ucap Herman Deru.

Sementara itu, Mawardi Yahya menyebut dipilihnya aren menjadi salah satu komoditi ywng dapat tumbuh dilahan basah. Di samping itu, tanaman inib banyak manfaatnya.

“Nyaris tidak ada yang terbuang dari tanaman ini, mulai dari buahnya dapat dijadikan  kolang kaling, Gula aren, ijuk untuk sapu, kakaban (tempat pemijahan ikan ) dan ketika sudah tidak produktif lagi pohonnya bisa dijadikan alternatif bahan dasar pembuatan sagu,” tandasnya. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts