Cuaca Capai 45 Derajat Celcius, Telapak Kaki Jamaah Haji Melepuh Akibat Terkena Lantai Atau Aspal

Selasa, 23 Juli 2019
dr Icon Horizon Sultan (baju putih) memberikan keterangan terkait kondisi kesehatan jamaah haji, Selasa (23/7/2019).

Madinah, Sumselupdate.com – Kondisi cuaca di Arab Saudi yang panasnya mencapai 45 derajat celcius mulai berdampak terhadap kesehatan jamaah haji asal Indonesia.

Dalam rapat koordinasi dengan Kepala Sektor 4 Madinah dan Pengurus Kloter 12 di Hotel Taib Aldeafah, Selasa (23/7/2019), terungkap jika jamaah haji yang saat ini masih berada di Kota Madinah dan masuk gelombang 1, mengalami gangguan kesehatan.

Read More

Beberapa gangguan kesehatan tersebut, seperti jamaah haji yang terkena batuk dan pilek. Bahkan ada beberapa jamaah haji yang telapak kakinya melepuh akibat terkenal aspal atau lantai.

“Ada sedikit jamaah yang terkena batuk, pilek, atau telapak kaki melepuh akibat terkena lantai atau aspal yang terpapar terik matahari,” kata dr Icon Horizon Sultan.

Kendati demikian, semua keluhan kesehatan itu, menurut dia, sejauh ini masih mampu ditangani oleh tim medis kloter dengan baik. Pasien tersebut pun sudah pulih dan dapat beraktivitas ibadah seperti biasa.

Hanya saja dia kembali mengingatkan agar setiap jamaah jangan sampai kekurangan cairan.

“Cuaca di sini sangat panas, rata-rata mencapai 42 hingga 45 derajat celcius. Jika sampai kurang cairan, dampaknya bisa dehidrasi dan pernah dialami oleh salah satu jamaah”, terangnya.

Disinggung masalah ketersediaan sarana dan obat-obatan, dokter yang juga PNS di Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel ini menegaskan bahwa semuanya cukup memadai.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Sektor 4 Madinah, KH Aff Al Mubarak mengingatkan agar para para petugas kloter, termasuk tim medis dan ketua regu (karu) atau ketua rombongan (karom) dapat memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah dengan baik.

“Selain soal bagaimana jamaah bisa menjalankan rukun dan wajib haji dengan tertib, para petugas juga harus berkomitmen tinggi dalam melayani jamaah dan di dalamnya salah satunya soal kesehatan jamaah,” ujar Al Mubarak.

Menurutnya, komitmen ini tidak saja berlaku ketika jamaah berada di Madinah. Tetapi lebih utama lagi saat berada di Mekkah nanti, dimana di sana akan berlangsung semua prosesi ibadah haji bahkan dalam kondisi yang lebih kompleks. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts