Probolinggo, Sumselupdate.com – Kunjungan wisatawan Gunung Bromo nampaknya tidak turun meski terjadi erupsi pada Jumat (19/7).
“Untuk kunjungan wisatawan tetap siginifikan meski kemarin sempat terjadi letusan pada kawah gunung Bromo,” kata Subur Hadi Harihandoyo Kepala Resort Lautan Pasir Gunung Bromo TNBTS, seperti dikutip dari laman liputan6.com.
Subur menegaskan, saat ini wisata Gunung Bromo tidak ada penutupan. Namun, hanya wisatawan dan masyarakat dilarang untuk mendekati ke kawah gunung Bromo sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos Pantau Gunung Bromo di Cemoro Lawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukupara Kabupaten Probolinggo.
“Hanya di titik lokasi jalur menuju gunung Bromo di radiua 1 kilometer pihak terkait sudah kita lakukan penutupan,” ujar dia.
Upaya ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengunjung yang datang ke Bromo. “Di luar jarak radius 1 kilometer wisatawan bisa menikmati keindahan alam Bromo,” kata dia.
Dia juga menyebutkan selama terjadi letusan kemarin dari erupsi gunung Bromo, terjadi suara gemuruh dan mengeluarkan batu pijar dari mulut kawah dan jatuh di radius 500 meter dari mulut kawah. Sedangakan abu vulkanik mengarah ke wilayah Poncokusumo Malang. “Saat ini kondisi aktifitas Gunung Bromo mulai berangsur turun. Kami terus berkoordinasi dengan pihak PVMBG,” ujar dia.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos pantau Cemoro Lawang, Desa Ngadisari Kecamatan Sukupara, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, secara inten terus memantau aktivitas gunung Bromo pasca terjadi erupsi pada Jumat sore.
Wahyu Adrian Kusuma, Kepala Pengamatan PVMBG pos pantau Gunung Bromo mengatakan, aktivitas gunung Bromo saat ini sudah berangsur normal dibandingkan dengan kondisi Bromo saat erupsi pada 19 Juli. “Potensi tentang erupsi pihaknya akan inten melakukan pemantauan energi di dalam kawah gunung Bromo,” tuturnya.
Sejak pertengahan Juli 2019 terjadi peningkatan gempa vulkanik gunung Bromo. “Ditambah lagi dengan adanya getaran gempar tektonik yang terjadi di selatan pulau Bali beberapa waktu lalu,” katanya.
Wahyu mengaku, dengan ada hal itu, secara otomatis tekanan kawah di dalam gunung Bromo mengalami peningkatan. “Dari sinilah akhirnya pada Jum’at sore kemarin gunung Bromo mengalami erupsi,” tegasnya.
Kondisi kawah gunung Bromo saat ini, menurut Wahyu sudah mulai berangsur normal dengan tremor dominan 1 milimeter. Sedangkan hembusan asap sesekali terlihat dengan ketinggian 50 sampai dengan 300 meter mengarah ke barat daya, barat dan barat laut.
“Gunung Bromo saat ini berada di level II tetap waspada dengan tidak mendekati radius 1 kilometer dari bibir kawah,” ujarnya. (pto)











