PALI, Sumselupdate.com — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten PALI, Usman Dani meminta kepada Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI) Sumsel untuk bertemu langsung dengan dirinya sebelum melakukan aksi damai yang rencananya akan digelar oleh HIMAPALI SUMSEL pada Selasa (16/7) mendatang.
“Mereka belum memahami program transmigrasi yang akan dilaksanakan, karena mereka belum ketemu langsung sama saya. Harusnya mereka ketemu dulu sama saya, sehingga saya bisa menjelaskan kepada mereka,” terang Usman Dani, saat dihubungi media ini via telpon Jumat sore (12/7).
Ia menjelaskan bahwa program transmigrasi yang rencananya akan dilaksanakan di Desa Tempirai Selatan dan Desa Tempirai Barat kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI itu akan memberdayakan masyarakat lokal.
“Nantinya, kuota antara Kabupaten PALI dengan daerah pengirim yakni 60%:40%. Misal, kuota yang dibutuhkan sebanyak 300 KK, maka transmigran pendatang hanya berkisar 120 KK, sisanya 180 KK merupakan transmigran lokal,” terang Usman Dani.
Selain itu, program transmigrasi itu juga lanjut Usman Dani bisa membantu keuangan daerah PALI, karena sharing APBD. “Nantinya setiap KK transmigran pendatang akan mendapat bantuan keuangan sebesar Rp 70 juta yang berasal dari anggaran daerah pengirim. Anggaran tersebut nantinya akan dibangunkan rumah, tempat ibadah, jalan, sekolah, dan sarana lainnya. Bahkan nantinya, APBD PALI tidak terpakai,” tambahnya.
Bahkan, Usman Dani juga mengaku transmigran pendatang juga dibekali skill yang terampil. “Transmigran pendatang merupakan petani padi yang terampil dan sudah diberikan bekal. Dengan begitu, akan tercipta masyarakat mandiri,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kabupaten PALI akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan program transmigrasi. Lokasi transmigrasi nanti yaitu Desa Tempirai Selatan dan Desa Tempirai Barat. (adj)











