Palembang, Sumselupdate.com – Para pegiat penghafal Alquran di Rumah Tahfidz se-Sumatera Selatan (Sumsel) akan kembali menggelar Jambore Tahfidz Sumsel.
Kegiatan ini akan berlangsung 19-21 Juli 2019 di Pondok Pesantren Kiai Marogan Jalan Zen Yunus Talang Betutu Palembang.
Ustadz Hoiril Amin, SQ selaku Pembina Rumah Tahfidz Al Husni (Yayasan Kaffah Al-Mundzirin) Palembang dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/6/2019) mengatakan, menyebutkan, kali ini Jambore ke-4, setelah sebelumnya sudah digelar di Kota Pagaralam (2013), Provinsi Bangka Belitung (2014), dan Kota Palembang (2018).
Terpisah, Penggagas dan Pendiri Rumah Tahfidz Sumsel, Ustadz H. Ahmad Fauzan, S.Sos.I mengatakan, konsep Jambore tahun ini lebih mengedepankan pada tadabur alam.
Ustadz yang akrab dipangggil Ustadz Yayan ini mengatakan, tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran kepedulian para ustadz dan ustadzah terhadap pentingnya pelestarian dan belajar dari alam yang merupakan karunia Allah SWT.
Lebih lanjut Ustadz Yayan menjelaskan melalui Jambore IV yang mengusung tema ‘Ustadz dan Ustadzah Ngebolang’ juga untuk membuka kesempatan bagi para ustadz dan ustadzah untuk berinteraksi dengan alam–sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat setempat.
Pembina Yayasan Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Palembang ini juga menambahkan, Jambore ini juga untuk melatih kemandirian dan keberanian mental dan spiritual ustadz dan ustadzah Rumah Tahfidz dengan tinggal di alam terbuka bersama masyarakat.
“Hal yang tidak kalah pentingnya, Jambore ini untuk merekatkan ikatan batin sesama ustadz dan ustadzah Rumah Tahfidz juga memperkuat jaringan kelembagaan antar Rumah Tahfidz di Sumsel,” tambahnya.
Terhadap pembentukan mentalitas bagi santri dan pembinanya, menurut Ustadz Yayan, baik santri maupun para pembina diharapkan dapat memiliki kemampuan membangun kemandirian secara tarbawi (pendidikan), iqtishadi (ekonomi) maupun ijtima’i (kemasyarakatan).
“Para pimpinan dan pengelola lembaga Rumah Tahfidz atau pesantren Tahfidz Alquran, dapat bekerja sama dalam meningkatkan potensi para penghafal Alquran. Tujuannya, untuk membangun tiga kemandirian tersebut (tarbawi, iqtishadi maupun ijtima’I).
Sementara itu, Iyan Royani, Ketua Panitia menjelaskan Jambore kali ini akan melibatkan santri dan ustadz/dzah dari puluhan Rumah Tahfidz di Sumsel. Target peserta 600 santri ditambah ustadz dan ustadzahnya.
“Peserta Jambore ini akan mengundang ratusan santri dari Rumah Tahfidz se-Sumsel, yang terdiri 50 Rumah Tahfidz. Target pesertanya 600 santri, terdiri dari 500 hafidz quraan dan 100 guru hafidz atau pendamping,” tegasnya, Ahad (23/6/019) pagi.
Disoal tentang agenda kegiatan dalam Jambore, Iyan menyebutkan ada tiga kegiatan utama, yaitu; Pertama; Olahraga (Outbound dan Perlombaan), kedua; safari dakwah ke warga sekitar dan masjid dan ketiga; training motivasi dan sharing antar Rumah Tahfidz.
Pada kegiatan ini, Iyan menyatakan akan mengundang dari berbagai instansi, baik secara pribadi dan lembaga. Diantaranya, Gubernur Sumsel, Kapolda Sumsel, Pangadam II Sriwijaya, Walikota Palembang.
Kemudia, MUI Sumsel, PW NU Sumsel, Kemenag Sumsel, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel, dan sejumlah tokoh lainnya di Sumsel. (rel)











