Pipa Minyak Bocor Hingga Cemari Lebung, 2 Desa di Talang Ubi PALI Terancam Kekurangan Air Bersih

Rabu, 22 Mei 2019
Air Lebung di Desa Sukamaju dan Desa Sukadamai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI tercemar akibat pipa minyak bocor.

PALI, Sumselupdate.com – Masyarakat di Desa Sukamaju dan Desa Sukadamai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan terancam kekurangan pasokan air bersih.

Penyebabnya jalur pipa minyak mentah yang posisinya berada di dalam lebung (telaga) di perbatasan dua desa tersebut bocor diduga akibat kropos, Selasa (21/5/2019).

Read More

Akibatnya, minyak mentah tersebut berceceran dan mencemari keseluruhan air lebung atau telaga.

Kondisi ini sangat disayangkan masyarakat setempat, pasalnya air dari danau tersebut biasa dijadikan warga untuk pemandian umum baik pada pagi dan sore hari.

“Kondisi ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir dan pemilik pipa belum diketahui,  karena kondisinya ada di dalam air. Jalur tersebut terdapat dua pipa dari dua perusahaan berbeda, yakni milik PT Pertamina Asset 2 Pendopo Field serta punya PT Medco Energi,” ungkap Johan (28), warga setempat.

Namun, menurut dia, kondisi inilah yang diributkan sejumlah warga, lantaran tidak bisa mandi dan cuci di danau tersebut, karena sudah hampir sepekan warga harus menambah pengeluaran untuk membeli air demi keperluan mandi, cuci, dan minum.

Meski limbah minyak tersebut sempat dibersihkan, namun warga setempat menghentikan pembersihannya yang dilakukan pihak Pertamina dan Medco, karena kedua perusahaan itu dinilainya tidak ada yang mau bertanggung jawab.

“Sempat dibersihkan, tetapi warga menghentikannya karena ketidakjelasan status kepemilikan pipa yang bocor. Pipa tersebut kami nilai murni korosi, karena posisinya berada di dalam air,” ungkap Johan.

Diakui Johan, kejadian itu bukan kali pertama terjadi, akan tetapi sudah berulang, dan selama ini, hanya tali asih yang diberikan pihak Pertamina maupun Medco.

“Kali ini kami meminta pertanggungjawaban dari perusahaan pemilik pipa yang bocor. Sebab, di samping warga tidak bisa lagi menggunakan lebung itu (telaga), juga banyak ikan mati dan membusuk akibat danau tercemar,” terangnya.

Selain itu, kata dia yang lebih membuat warga kecewa adalah proses pengecekan status pemilik pipa yang dinilai bertele-tele.

“Zaman secanggih ini masih saja saling tuduh, padahal kalau memang serius pasti sudah terungkap siapa pemilik pipa tersebut. Untuk itu, warga sepakat agar pembersihan sisa limbah distop sampai ada yang mau bertanggung jawab,” jelasnya.

Sementara itu, Rudini, Kepala Desa Suka Maju menyatakan bahwa dari kasat mata, pipa bocor tersebut condong milik Pertamina.

Lantaran, pipa milik Medco, sudah dicor beton, serta yang kerap alami kebocoran akibat korosi adalah pihak Pertamina.

 

“Kalau kami pemerintah desa hanya menengahi. Kalau memang warga meminta ganti rugi, kami meminta pihak perusahaan agar memenuhi keinginan warga agar masalah ini cepat selesai,” jelasnya.

Sementara itu, Bambang Haryanto Humas Pertamina Pendopo yang melihat langsung lokasi bersama pihak Medco serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, mengatakan, pihak Pertamina dan Medco mengalami kendala untuk mencari titik yang bocor karena proses pembersihan dihentikan warga.

Menurut dia, pada intinya apabila memang pipa itu milik Pertamina, pihaknya siap bertanggung jawab. Namun, kendalanya saat ini, pipa bocor itu belum diketahui siapa pemiliknya.

“Kita akan segera menindak lanjuti dengan mengatdakan pertemuan anatara pihak Pertamina, PT Medco dan DLH untuk mencarikan solusi secepatnya,” ungkap Bambang.

Sementara itu, oil boom berbentuk seperti selang berbahan busa yang gunanya agar minyak tidak menyebar ke semua air lebung di pasang pihak Pertamina agar air tidak semakin tercemar dan sudah dipasang garis polisi. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts