Lahat, Sumselupdate.com – Sebanyak 25 rumah tak layak huni milik warga Desa Gunung Megang, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat dibangun baru (rekonstruksi) melalui program rumah sehat yang dialokasikan dari anggaran dana desa tahun 2019.
Pembangunan rumah sehat tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh kepala dan perangkat desa setempat yang dihadiri Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat Kecamatan Jarai seperti Camat Marsi, Kapolsek Iptu Hendrinadi, Danramil serta Kepala Puskesmas, Jumat (17/5/2019).
Kepala Desa Gunung Megang Hepi Hajarol Akbar memaparkan, program rumah sehat yang dilakukan di desanya sudah melalui tahapan yang sesuai, seperti tahapan musyawarah desa (musdes), verifikasi dan survei sehingga didapat 25 kepala keluarga (KK) tak layak mendapatkan program rumah sehat.
“Dalam program rumah sehat ini, kami sudah melakukan seleksi dan verifikasi yang ketat, sehingga didapat 25 KK dari 134 KK yang terdapat di desa kami. Tentunya semua sudah mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku,” jelas Hepi.
Ditambahkannya, di tengah hiruk pikuknya permasalahan dana desa, dirinya terus melakukan program pemanfaatan dana desa agar dapat menyentuh keperluan masyarakat. Tentunya dengan terus belajar dan lebih memahami tatacara pengelolaan dana desa yang merupakan aspek penting dan mendasar yang harus dimiliki oleh perangkat desa dengan mengikuti aturan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa.
Semua itu harus dilakukan secara terencana, transparan, akuntabel, partisipatif, tertib dan disiplin yang dimulai sejak awal perencanaan sampai pelaporan. “Di tengah banyaknya sorotan terhadap dana desa, tidak membuat kami takut, justru memicu kami untuk lebih baik lagi, lebih hati-hati, lebih transparan, profesional dan bertanggung jawab atas pengelolaan dana desa tersebut,” tambahnya.
Alfian (49) warga Desa Gunung Megang menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir, dari 2015, Desa Gunung Megang yang berpenduduk 787 jiwa melalui dana desa sudah melakukan berbagai akselerasi program pembangunan baik infrastruktur maupun ekonomi mikro.
Diantaranya membangun gedung serbaguna, kolam renang, jalan dan jembatan, tembok penahan dan lainnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. “Selama periode 2015 hingga 2019 ini, kami sudah banyak merasakan hasil pembangunan dari dana desa, Alhamdullilah sekarang giliran tempat tinggal saya yang dibangun,” kata Alfian. (ric)











