Palembang, Sumselupdate.com – Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono menghadiri rapat koordinasi permasalahan Daerah Irigasi (DI) Kelingi Tugumulyo Kabupaten Musirawas dan Kota Lubuklinggau, Sumsel yang dilaksanakan di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Palembang, Selasa (7/5/2019).
D.I. Kelingi Tugumulyo merupakan daerah irigasi kewenangan pemerintah dengan luas mencapai 10.163 ha, yang merupakan salah satu andalan Provinsi Sumsel dalam ketahanan pangan selain irigasi Komering dan daerah rawa pasang surut di bagian timur.
Sebelum terjadi pemekaran daerah, semuanya masuk dalam Kabupaten Musi Rawas. Setelah terjadi pemekaran daerah, bagian hulu masuk wilayah Pemkot Lubuklinggau dan bagian hilir masuk wilayah Musi Rawas. Jadi sekarang DI. Kelingi Tugumulyo menjadi daerah irigasi lintas Kabupaten/Kota.
Dengan berjalannya waktu, timbul permasalahan yang terjadi yaitu para petani yang lahannya dibagian hilir atau jauh dari bendungan Watervank mengeluh berkurangnya debit air dari D.I. Kelingi Tugumulyo Kabupaten Musirawas.
Terlebih pada musim kemarau yang berakibat produk pertanian mereka mengalami penurunan yang drastis, bahkan banyak para petani yang merubah peruntukan lahannya menjadi lahan perkebunan.
Hal ini disebabkan antara lain di Daerah Irigasi Kelingi Tugumulyo masyarakat telah memanfaatkan juga air yang ada untuk kolam ikan arus deras, yaitu cara berkolam dengan menyadap/membendung air dari saluran irigasi yang mengalir sangat deras.
Air yang mengalir sangat deras tersebut dimasukan kedalam kolam-kolam ikan, kemudian dengan adanya perbedaan elevasi tertentu air dari kolam dibuang kembali kesaluran semula. Ini tentunya tidak menjadi masalah besar.
Namun banyak juga lokasi kolam ikan arus deras yang tidak sesuai dengan kaidah teknik sehingga air yang diambil untuk kolam-kolam ikan tersebut tidak dapat lagi dikembalikan disaluran semula tetapi dibuang ke tempat lain.
Hal inilah yang menyebabkan terjadinya konflik pemakaian air di Daerah Irigasi Kelingi Tugumulyo hingga saat ini, karena dengan dibuangnya air ketempat lain dan tidak kembali lagi kesaluran semula akibatnya debit air menjadi berkurang.
Hal ini juga akan menjadi masalah atau bom waktu jika tidak ada penyelesaian lebih lanjut. Apa lagi para petani ikan tersebut sudah ada yang berani membuat bendung sendiri disaluran bahkan menjebol atau merusak tanggul/pintu air.
Dengan dilakukan rapat koordinasi ini, bertujuan untuk mencari solusi dan mencari jalan tengah terkait terjadinya konflik di Daerah Irigasi Kelingi Tugumulyo Kab. Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau antara pengusaha kolam ikan dengan petani sawah dan kebun.
Dalam Rakor tersebut, Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono menyampaikan, apabila masih ada permasalahan seperti ini, TNI akan membantu dan kedepan akan diadakan pendampingan serta memanggil seluruh kelompok tani.
“Intinya apabila ada permasalahan sosial seperti ini TNI akan mendampingi untuk menyelesaikan konflik dan nantinya akan kita adakan langkah-langkah yang terbaik untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan ini, dan kedepan akan kita adakan langkah yang tebaik agar permasalahan ini cepat teratasi,” terang Danrem. (adi)











