Muaraenim, Sumselupdate.com – Sedikitnya 10 orang anggota KPPS dan PTPS di Kabupaten Muaraenin menderita sakit karena kelelahan dalam menjalankan tugas pada Pemilu 2019. Bahkan satu diantaranya terpaksa harus menjalani perawatan intensif di RS HM Rabain Muaraenim.
Ketua KPUD Muaraenim, Ahyaudin mengatakan bahwa semenjak Pemilu berlangsung hari pencoblosan hingga sampai saat ini, pihaknya menerima laporan secara lisan, untuk petugas Pemilu dibawahnya ada sekitar sembilan orang sakit akibat kelelahan dan satu orang harus dirawat di ICU RS HM Rabain Muaraenim yakni KPPS dari Simpang Tanjung.
“Sebagian besar mengalami demam karena kelelahan. Kalau yang lain demam biasa dan mereka sudah berobat tidak sampai dirawat,” katanya, Sabtu (27/4/2019).
Dijelaskan Ahyaudin, saat ini, rekapitulasi ditingkat desa sudah selesai maka para anggota KPPS yang sakit tersebut dapat beristirahat total. Tetapi ada perintah dari KPU RI meminta KPU Kabupaten/Kota untuk mendata dan melaporkan petugas yang sakit.
“Kita hanya menjalankan perintah, untuk kebijakan KPU RI kita tunggu saja. Namun yang pasti Alhamdulilah di Muaraenim tidak ada yang sampai meninggal,” katanya.
Ahyaudin menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar melakukan pemeriksaan kepada para petugas untuk mengantisipasi petugas sakit.
“Alhamdulilah tim kesehatan sudah mendatangi PPK di kecamatan-kecamatan dan kepada petugas KPUD Muaraenim, ” jelasnya.
Sementara itu Ketua Bawaslu Muaraenim Suprayitno mengatakan sejauh ini, dari jajarannya baru satu orang yang mengalami sakit saat menjalankan tugas. Dan mudah-mudahan tidak bertambah lagi hingga proses rekapitulasi tingkat Kabupaten selesai.
Yitno mengakui jika Pemilu kali ini merupakan yang terberat. Untuk itu, para anggotanya benar-benar menjaga kebugaran dan kesehatannya.
“Cuma satu karena kecelakaan tunggal akibat kelelahan. Saya himbau kepada anggotanya untuk menjaga kesehatan, jika sakit cepat berobat jangan dipaksakan,” pungkasnya.(azw)











