Palembang, Sumselupdate.com – Dipicu oleh berbagai faktor, perekonomian Sumsel diperkirakan akan mengalami perlambatan pada triwulan I tahun 2019. Faktor pemicu perlambatan tersebut seperti perlambatan dana pihak ketiga perbankan di awal tahun dan perlambatan penyaluran kredit.
Bank Indonesia dalam siaran pers nya menyebutkan, jumlah dana pihak ketiga pada Januari 2019 melambat sebesar 9,69 persen (yoy), atau turun dibandingkan dari sebulan sebelumnya yang berada diangka 11,09 persen (yoy). Sementara penyaluran kredit mengalami perlambatan di angka 12,63% atau lebih rendah dari bulan sebelumnya diangka 13,38 persen (yoy).
Pimpinan BI Perwakilan Sumsel Yunita Resmi Sari, mengatakan, perlambatan ini merupakan fenomena yang wajar dalam siklus pertumbuhan ekonomi tahunan dan diperkirakan situasi ekonomi akan mulai bergeliat pada periode triwulan berikutnya.
“Pada Januari memang selalu tercatat ada perlambatan. Bahkan, dalam istilah internasional ada istilahnya ‘Black January’ atau ‘Black Monday”. Perbankan masih menata kembali target-targetnya kemudian masih melakukan proses, kami anggap ini kondisi yang wajar. Biasanya pertumbuhan positif akan terjadi diperiode berikutnya,” ujar Yunita di Palembang, Rabu (6/3/2019).
Menurut Yunita, penurunan kondisi perekonomian global dan melambatnya kinerja perekonomian Sumsel pada triwulan ini diiringi juga dengan penurunan kualitas kredit. Pada bulan Januari 2019, tingkat NPL di Sumsel tercatat sebesar 4,24 persen atau meningkat dari bulan sebelumnya yang berada diangka 3,79 persen.
“Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini dikisaran 5,8-6,0 persen dengan asumsi harga komoditas karet dan CPO yang membaik dibandingkan tahun 2018, investasi dari korporasi di sektor energi dan pertanian, serta peningkatan konsumsi masyarakat,” pungkasnya. (adi)











