Palembang, Sumselupdate.com – Uang palsu pecahan Rp100 ribu tampaknya marak di pasar tradisioal di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Indikasi maraknya uang palsu, setelah salah satu pedagang di Pasar 26 Ilir Palembang bernama Tuti (45) mendapatkan uang tersebut dari seorang pembeli tempe dagangannya.
Tuti mengaku, tidak habis pikir jika uang pecahan Rp100 ribu itu palsu, sebab sangat mirip dengan aslinya.
Sumselupdate.com sendiri sempat memegang dan memperhatikan dengan seksama uang palsu tersebut.
Uang palsu tersebut jika diterawang maka muncul gambar pahlawan. Kemudian, ada garis putus-putus dan jika diraba nilai nominalnya terasa kasar.
Namun ada satu yang tak bisa ditiru pelaku pemalsuan, yakni warna dari logo BI atau dalam sistem keamanan uang bernama color shifting.
Perbedaannya, jika uang asli logo BI berwarna kuning keemasan dan Apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna secara kontras.
Sementara jika uang yang palsu, logo BI tersebut berwarna perunggu dan tidak ada perubahan jika dilihat dari sudut pandang berbeda.
Perbedaan lainnya, uang palsu, ketika diremas dengan tangan, maka kertas dari uang tersebut tampak sangat lusuh, sedangkan jika uang tersebut asli tidak cepat lusuh.
Nah, dengan hampir tidak adanya perbedaan mencolok tersebut, masyarakat harus lebih teliti dan waspada jika berbelanja di mana pun berada. (hyd)











