Tambang Emas Runtuh, Delapan Orang Tewas dan Puluhan Korban Terjebak

Rabu, 27 Februari 2019
Longsor tambang emas di Bolaang Mongondow, Sulut. (Foto: dok. Istimewa)

Bolaang Mongondow – Sebuah tambang emas ilegal di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara, longsor dan menimbun puluhan petambang.

Dalam peristiwa ini sedikitnya delapan orang tewas tertimbun dan puluhan orang diduga masih teperangkap dalam lubang tambang.

Read More

“Korban meninggal 8 orang dan yang selamat 19 orang,” ujar Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, Yasti Soepredjo Mokoagow saat dihubungi detikcom, Rabu (27/2/2019).

Belum bisa dipastikan jumlah korban yang diperkirakan masih tertimbun longsor tambang emas ilegal di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Dari informasi yang diterima, masih ada puluhan orang yang tertimbun.

“Yang selamat kita tanya ada bervariasi. Tetapi (yang) menyebutkan angka 80 orang itu paling kecil, yang menyebutkan angka di atas 100 itu paling banyak dari korban yang selamatnya. Banyak sekali memang di dalam situ,” imbuhnya.

Menurut Yasti, para penambang berasal dari sejumlah wilayah, bukan hanya desa tersebut.

“Cukup banyak karena mereka masuk itu berkelompok 6 sampai 10 orang satu kelompok. Nah di dalam itu cukup banyak,” sambungnya.

Proses evakuasi menurut Yasti memang sulit karena medan tambang emas curam. Dinding batu di terowongan tambang memiliki kemiringan 90 derajat.

“Kemudian kecuraman kalau saya lihat ada 100 meter ke bawah. Ngeri curam sekali, kita turun pakai tali bergelantungan. Jadi tim itu sangat hati-hati untuk mengevakuasi karena kondisi tanah yang labil, curam,” kata dia.

Longsor di tambang emas ilegal di Bolmong terjadi sekitar pukul 22.55 Wita, Selasa (26/2). Saksi mata menyebut longsor terjadi setelah tiang penyangga lubang terowongan patah.

Tambang ini sendiri ternyata baru ramai dikunjungi oleh warga sejak 6 bulan lalu.

“Wilayah itu ini kan kontrak karya dari PT J Resources, tetapi namanya penambang tanpa izin kan ada saja,” kata Bupati Bolmong Yasti Soepardjo Mokoagow saat berbincang dengan detikcom, Rabu (27/2/2019)

Berdasarkan keterangan dari manajemen PT J Resources ini, diketahui para penambang ini baru ramai sejak beberapa bulan lalu.

“Mereka masuk ke wilayah itu. Saya tanya ke pihak perusahaan, baru sekitar 6 bulan. Baru sekitar 6 bulan. Yang runtuh ini orang-orang berbondong ke situ,” ujarnya.

Berdasarkan cerita warga yang didapatkan Yesti, warga sekitar meyakini tambang yang longsor ini mengandung banyak emas di dalamnya.

Cerita ini tersebar dari mulut ke mulut, sehingga semakin ramai warga yang mencoba peruntungan di tambang ini

“Karena, apa namanya, cepat dapatnya, hasilnya baguslah,” kata dia. (hyd/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts