Palembang, Sumselupdate.com – Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang menggelar kuliah umum.
Dalam kuliah umum ini mengangkat tema ‘Tantangan dan peluang bagi mahasiswa calon guru fisika dalam menghadapi era revolusi 4.0’.
Kuliah umum yang diikuti 120 mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika dan prodi lainnya di FKIP dilaksanakan di Aula Drs H Usman Madjid, MM Gedung Perpustakaan Lantai 5 Universitas PGRI Palembang, Sabtu (16/2/2019).
Adapun pemateri atau nara sumber kuliah umum ini Dr Taufik Ramlan Ramalis, MSi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Hadir dalam acara pembukaan kuliah umum tersebut, Patricia H Lubis, MSc (Wakil Dekan 1), M Idris, MPd (Wadek 3), Dr Lukman Hakim, MPd, (Dosen Prodi Fisika),
Turut hadir Chandra Kurniawan, SE, MM (Kabag TU), pejabat di lingkungan Universitas PGRI Palembang, dan para mahasiswa.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Dr H Bukman Lian, MM, MSi yang diwakili oleh Wakil Dekan 1, Patricia, PhD menyampaikan ucapan terima kasih kepada nara sumber, Dekan FKIP beserta jajarannya, dan kepada semua peserta kuliah umum.
Patricia berharap para mahasiswa dapat menyikapi berbagai perubahan dan tantangan yang ada serta harus pandai mencari dan memanfaatkan peluang.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Dwi Nurhayati, SSi, MPd mengatakan, kuliah umum ini dimaksudkan untuk menambah wawasan para mahasiswa/calon guru pada beberapa mata kuliah Fisika.
Dengan kuliah umum ini diharapkan bisa mendorong mahasiswa menjadi pendidik profesional dalam pembelajaran fisika.
Sedangkan tujuannya, menurut Dwi Nurhayati, untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.
Tujuan lain, mengoptimalkan proses belajar mengajar dengan melatih kreativitas mahasiswa serta meningkatkan kerja sama antara Universitas PGRI Palembang dengan institusi di luar kampus dalam hal ini UPI Bandung.
Sedangkan nara sumber kuliah umum Dr Taufik Ramlan Ramalis, MSi dari UPI Bandung memaparkan revolusi industri 4.0 yang sudah di depan mata saat ini, menantang masyarakat untuk beradaptasi dalam segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan.
Sebagai calon guru, menurutnya, mahasiswa dituntut untuk mampu mengembangkan kemampuannya terutama kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills).
Perubahan yang sedang dihadapi memang menciptakan kemudahan-kemudahan dalam pekerjaan manusia, namun juga pasti menciptakan tantangan tersendiri salah satunya yaitu berubahnya pola belajar.
“Pola belajar yang kita terapkan saat ini di Indonesia masih terkurung dalam dinding ‘belajar tatap muka’ yang cenderung membatasi kreativitas, minat, dan bakat siswa. Oleh karena itu, diperlukan suatu perubahan sebagai akibat dari penyesuaian diri terhadap revolusi industri 4.0 yang akan kita hadapi,” katanya.
Saat ini telah mulai dikembangkan pembelajaran daring atau e-learning yang sifatnya lebih fleksibel baik menurut waktu dan tempat.
Namun sebagai seorang guru, tidak hanya kemampuan kognitif yang harus dilatihkan kepada siswa, tetapi yang terpenting adalah bagaimana norma-norma dapat diajarkan kepada siswa.
Tentunya hal ini menjadi tantangan yang sangat besar dalam dunia pendidikan sehingga diperlukan adanya perubahan regulasi yang dimulai dari tingkat pusat hingga ke level dasar. (hyd)











