Malaysia, Sumselupdate.com – Memasuki hari ketiga dalam rangkaian International Study, mahasiswa dan dosen Pascasarjana Universitas PGRI Palembang mengikuti International Conference yang dipusatkan di Auditorium International Islamic University Malaysia ((IIUM) Kuala Lumpur.
Para pembicara pada Conference ini, yaitu Ms Daniela Steimbei dari Rumania, Dr Abdul Razak Bin Zakaria yang berasal dari Faculty of Education University of Malaya, dan Dr Muhammad Kristiawan, MPd dari Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, Indonesia.
Sedangkan peserta Conference berasal dari berbagai negara seperti Rumania, Saudi Arabia, Indonesia, Bangladesh, dan Malaysia.
Dalam paparannya, Ms Daniela Steimbei dari Rumania mengatakan, para guru di zaman sekarang harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk mencari dan meng-upload berbagai informasi dari internet.
Dengan kata lain pengetahuan IT sangat diperlukan. Maka dari itu, menurut dia, guru harus meng-update serta berinovasi dan kreatif.
Sedangkan Dr Abdul Razak Bin Zakaria yang berasal dari Faculty of Education University of Malaya dalam paper dengan judul ‘Devising Creative and Innovative Ideas of Teaching Method’ menyampaikan bahwa guru harus kreatif dan inovatif.
Karena apabila tidak kreatif dan inovatif maka para siswa akan merasa jenuh dan bosan.
Abdul Razak melanjutkan Big Issues Nowaday Impact on Education seperti industrial Revolution 4.0, Globalization, The world at the fingertips, dan open sky, di mana para siswa dapat mempengaruhi dunia melalui komputer.
Sementara Dr Muhammad Kristiawan, MPd dari Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, Indonesia lebih banyak menyoroti kurangnya pengetahuan dan kemampuan para guru mengoperasikan komputer sebagaimana hasil penelitian-penelitian yang ada.
Muhammad Kristiawan mencoba untuk membuat berbagai program atau software untuk memecahkan masalah tersebut.
Dalam penelitiannya di Padang, Provinsi Sumatera Barat mengindikasikan bahwa apa yang menjadi permasalahan para guru tentang berbagai kelemahan dan kekurang mampuan terhadap IT, dapat teratasi setelah adanya analisa, design, dan pembuatan program yang dilakukannya sehingga para guru sudah tidak lagi mengalami kendala.
Peserta conference sendiri terlihat begitu antusias dan bersemangat mengikuti penyajian yang disampaikan para pembicara, karena materi conference yang begitu menarik serta disampaikan secara interaktif dengan berbagai games di dalamnya.
Antusiasme para peserta dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan maupun tanggapan yang diajukan.
Salah seorang peserta dari Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, Mutiara menyatakan, conference ini banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman baru baginya. Demikian juga peserta dari Malaysia menyampaikan rasa senangnya karena dapat berjumpa dengan banyak kawan.
Namun, dia menyarankan ke depan perlu keterlibatan lebih banyak pihak dalam conference semacam ini.
Sedangkan bagi peserta dari PPs kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat karena para mahasiswa mendapat berbagai hal baik secara akademik dan non akademik.
Mereka juga senang dapat pengalaman langsung menyangkut aspek budaya dari negara yang dikunjungi. (hyd)










