Minim Referensi Buku, Pusda Sumsel Siap Terima Donasi

Rabu, 31 Oktober 2018
Suasana Perpustakaan Daerah Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com – Buku adalah jendela dunia, dan membaca adalah kunci untuk membuka nya. Ungkapan sederhana tersebut, begitu menggambarkan betapa luasnya manfaat membaca buku. Apalagi jika minat baca sudah ditanamkan sejak usia dini.

Upaya menumbuhkan minat baca, misalnya mulai mendonasikan buku-buku di tempat yang seharusnya, seperti taman bacaan, atau diberikan ke perpustakaan daerah setempat, sehingga manfaatnya dapat tersalurkan dengan benar. Perpustakaan Daerah (Pusda) Sumsel contohnya. Dinas perpustakaan yang terletak di Jalan Demang Lebar Daun No.47 ini, menerima siapa saja yang ingin mendonasikan buku, yang sebelumnya mengikuti tahap yang ditentukan.

Read More

Disampaikan, Mislena SE, Mm selaku Kepala Dinas Perpustakaan, urgensi membaca telah menggerakkan banyak masyarakat di belahan dunia. Contoh, masyarakat Amerika dalam setahun rata-rata bisa membaca 20 buku.

Sementara masyarakat Jepang bisa mencapai 10 buku per tahun, dan negara-negara tetangga di ASEAN melahap 2-3 buku per tahun. “Negara luar, membaca adalah kebiasaan tapi di Indonesia minat baca masih jauh dibawah standar,” katanya, Rabu (31/10/2018).

“Apa yang membuat membaca menjadi tidak dilirik, masalahnya adalah masih kurang bahan bacaan sesuai bidang yang diminati per seorang. Masih butuh banyak buku yang harus ditempatkan disini (perpustakaan-red). Seperti bidang seni, atau vokasi pendidikan tertentu. Kemudian buku bagi anak-anak, karena lewat anak-anak, kita lebih mudah menanamkan untuk rajin membaca,” dirinya menjelaskan.

Dari data yang diterima, Indonesia hanya mampu membaca berkisar dari 0 sampai 1 buku per tahun, hal ini menandai rendahnya budaya baca masyarakat. Riset UNESCO pada tahun 2012 mendapati indeks minat baca Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 penduduk hanya ada 1 orang yang suka membaca.

Sementara itu, berdasarkan studi Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Hanya setingkat di atas Bostwana (61).

“Selalu senang menerima donasi buku dari kalian, selama buku-buku itu cocok untuk anak-anak berumur 5-13 tahun. Lebih diutamakan buku cerita anak, karena kami ingin menumbuhkan minat baca anak,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Mislena mengatakan adanya rasa tanggung jawab sebagai seorang kepala Dinas Perpustakaan Sumatera Selatan yang juga termasuk elemen pendidikan, Ia sangat berharap masyarakat peduli akan permasalahan ini.

“Sudah sepatutnya segenap elemen bangsa mulai dari pemerintah, institusi pendidikan mulai dari keluarga hingga sekolah, swasta, lembaga sosial, komunitas-komunitas, serta masyarakat secara luas, peduli, dan membantu mencari solusi terbaik, kemudian mampu bergerak bersama dan saling berperan untuk menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di Indonesia,” tutupnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts