PALI, sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten PALI bersama tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten PALI Rabu (31/10) mengambil sampel Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) dari keluarga korban Candra Kirana (29) dan Asep Sarifudin (25), yang merupakan korban dari jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Senin (29/10/2018) pagi di seputaran wilayah Tanjung Kerawang.
Dari pantauan Sumselupdate.com, pihak Pemerintah yang langsung dikomandoi Sekretaris Daerah (Sekda) PALI, Syaron Nazil SH, dan diikuti pihak RSUD dr Tri Fitrianti, dan pihak kepolisian, langsung mendatangi rumah korban Chandra Kirana dan Asep Sarifudin di RT 06 RW 03 kelurahan Bhayangkara kecamatan Talang Ubi.
“Ada dua rumah korban yang didatangi untuk kita ambil sampel DNA dan dikirim ke RS Bhayangkara Keramat Jati Jakarta Timur, kerena kita sudah dihubungi pihak DVI (Disaster Victim Identification) dari Polri. Karena sampel dari orang tua korban yang dibutuhkan oleh tim DVI ini, meskipun belum kita ketah ditemukan korban asal PALI ini,” jelas Sekda PALI, Syaron Nazil, saat menyambangi rumah korban Candra, Rabu (31/10/2018).
Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa kedua korban asal kabupaten PALI yang di ambil sampel DNA nya yakni korban Candra Kirana dan Asep Sarifudin, karena perwakilan keluarga yang datang ke posko di Jakarta adalah saudara korban.
“Untuk tes DNA ini yang dibutuhkan adalah orang tua kandung korban, maka dari itu kita ambil sampel DNA orang tua dari Chandra dan Asep. Untuk korban Cici Ariska (28) ayahnya yang langsung menuju ke Jakarta, sedangkan untuk Dadang (27), orang tuanya berdomisili di Bangka, dan kita tidak mengetahui apakah langsung ke Jakarta atau pemerintah disana sudah meminta sample,” tambah Sekda.
Sementara, pihak RSUD kabupaten PALI yang dipimpin langsung direktur dr Tri Fitrianti, menjelaskan bahwa untuk sampel yang dikirim adalah rambut, darah, kuku, dan mukosa mulut.
“Sampel DNA yang diambil ada empat item, yakni rambu, darah, kuku, dan mukosa mulut, yang kita ambil dari kedua orang tua korban Chandra dan Asep. Jadi ada empat orang yang sampelnya kita kirim,” jelas dr Fitri.
Sebelumnya pihak keluarga telah menjelaskan bahwa telah mengirimkan sejumlah dokumen pendukung yang sebelumnya di minta perwakilan korban di Jakarta. “Kemarin sudah kirim dokumen seperti KTP, Foto, dan Ijazah. Kami sekeluarga berharap agar korban dapat segera ditemukan,” tunkas Anang Urip (61) ayahanda dari korban Chandra. (adj)











