Pembunuhan di Kebun Sirih Palembang Mengingatkan Kasus Terbunuhnya Keluarga Thomas Suripto Tahun 1991

Rabu, 24 Oktober 2018
Surat yang diduga ditulis oleh mendiang Fransiskus

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Jalan Said Toyib, Komplek Villa Kebun Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kalidoni, Blok A 18, Palembang, Rabu (24/10/2018), menggegerkan masyarakat Kota Palembang.

Tercatat empat korban menemui ajal dalam peristiwa memilukan ini. Keempatnya adalah  suami Fransiskus Xaverius ONG (45), istri Margaret Yentin Liana, SE (43), dan kedua anaknya Rafael Fransiskus (18) serta Kathlyn Fransiskus (11).

Read More

Keempatnya ditemukan tewas dengan luka tembakan. Empat selongsong peluru ditemukan termasuk revolver yang diduga digunakan sebagai senjata pembunuh.

Namun di balik pembunuhan yang menggegerkan ini, ternyata sebelumnya pada tahun 1991 di lokasi di Kebun Sirih juga, pernah terjadi pembunuhan sadis yang menimpa keluarga Thomas Suripto.

Dalam kasus tersebut, selain Thomas Suripto, ikut meninggal dunia dalam pembunuhan ini adalah isterinya Genoveva Sujatmi, anaknya Bambang Supripto, dan pembantu keluarga naas ini Nuraini.

Pelaku pembunuhan tersebut adalah Suryadi Swabuana alias Adi Kumis alias Dodi, alias Suryadi bin Sukarno.

Suryadi sendiri sudah dieksekusi mati setelah menunggu 22 tahun lamannya. Suryadi Swabuana dieksekusi mati pada Jumat, 17 Mei 2013 dinihari di Lembah Nirbaya Nusakambangan.

Dia diekseskusi mati bersamaan dengan Jurit dan Ibrahim, sama-sama terpidana mati asal Palembang. Ibrahim dan Jurit dihukum mati karena pembunuhan secara berencana terhadap Soleh tahun 1997.

Sementara Suryadi merupakan terpidana pembunuhan dan pencurian di Palembang pada 1991.

Kasus pembunuhan yang dilakukan Suryadi sangat menggemparkan Sumatera Selatan ketika itu. Suryadi membunuh satu keluarga.

Thomas Suripto merupakan karyawan senior BUMN besar di Palembang, yaitu karyawan PT Pusri, yang hampir memasuki pensiun.

Pelaku sendiri yang sudah dianggap keluarga oleh Thomas Suripto, berasal dari keluarga terpandang.

Ibunya karyawan PT Pertamina, sementara ayah tirinya Akib Ramto adalah karyawan PT Pusri, sejawat Suripto.

Akib adalah kakak dari Profesor Bunyamin Ramto, mantan Wagub DKI. Sementara paman Suryadi adalah Dr Tabrani Hasbullah, bekas direktur pengolahan PT Pertamina yang kemudian menjadi pemilik perusahaan listrik PT Thungsram.

Suryadi nekat melakukan pembunuhan itu karena terbelit utang dengan rekannya Alex dan Topan. Karena didesak harus membayar, maka dia menjanjikan uangnya dibayar di Palembang.

Dia mengatakan Oomnya mau membagi warisan. Suryadi sendiri mengatakan dapat info bahwa Suripto, banyak uang yang merupakan uang pensiun dari PT Pusri dan akhirnya terjadi pembunuhan sadis itu. (hyd/*)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts