Upaya Selamatkan SFC dari Zona Degradasi, Ini Langkah Gubernur Sumsel

Minggu, 21 Oktober 2018

Palembang, Sumselupdate.com – Langkah strategis dilakukan Gubernur Sumsel Herman Deru untuk menyelamatkan Sriwijaya FC dari zona degradasi Liga 1. Upaya tersebut ialah dengan membentuk Tim SAR, yang dibebani dengan sejumlah tugas.

“Saya sebagai gubernur harus mengambil sikap karena posisi Sriwijaya FC saat ini ada di ambang batas yang mengkhawatirkan. Sriwijaya FC ada di posisi ke-14 dan sangat dekat dengan zona degradasi,” ujar Herman Deru, Minggu (21/10/2018).

Read More

Sama seperti namanya, Tim SAR yang dibentuk Deru memiliki tugas utama sebagai penyelamat. Tim SAR ini merupakan sebuah singkatan. Hanya saja, Deru enggan mengungkapkan. “Untuk kepanjangannya cukup saya saja yang tahu,” ujarnya.

Tim SAR akan dikomandoi mantan Gubernur Sumsel, Syahrial Oesman sekaligus penggagas terbentuknya Sriwijaya FC. Sosok berpengalaman lain yang turut terlibat ialah Hendri Zainuddin, mantan Manajer Sriwijaya FC.

Keduanya akan dibantu Manajer Sriwijaya FC saat meraih double winners pada musim 2007-2008, MC Bariyadi dan Manajer tim saat ini, Ucok Hidayat. Mengenai tugas tim SAR ialah melakukan kajian komprehensif terkait upaya penyelamatan Sriwijaya FC, baik dari kalangan suporter, pengurus lama dan pengurus saat ini.

Tim SAR akan menunjuk konsultan independen untuk melakukan audit terkait anggaran maupun kinerja manajemen dan pemain. Tim SAR juga mendorong dilakukannya rapat umum pemegang saham atau RUPS terlaksana secepatnya.

“Ditambah dengan tugas dan strategi lain dalam upaya menyelamatkan Sriwijaya FC, setelah melakukan kajian dan audit, saya akan langsung minta hasilnya. Saya akan lihat apa yang harus dilakukan,” jelas Deru.

Selain membentuk Tim SAR, Deru juga membentuk Tim Prestasi. Tugas jarak pendeknya ialah sama seperti Tim SAR untuk menyelamatkan Sriwijaya FC dari zona degradasi dan bertahan di Liga 1. Sementara untuk jangka panjang, tugas Tim Prestasi ialah untuk mengembalikan identitas Sriwijaya FC sebagai tim besar yang disegani.

Bahkan dapat mengulangi prestasi Laskar Wong Kito sepuluh tahun yang lalu ketika meraih double winners. “Saya juga minta agar tidak mencaci-maki manajemen lama. Mereka sudah bekerja keras. Mungkin itu sudah batas kemampuan dan belum sepenuhnya harapan masyarakat yang sangat antusias ini belum terakomodir,” tutupnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts