Tiga Pelaku Penipuan Jual Beli Beton Fiktif, Diringkus Petugas

Kamis, 20 September 2018
Ketiga pelaku penipuan saat dihadirkan dalam rilis kasus.

Palembang, sumselupdate.com – Dengan memalsukan akun dan blogger palsu atas nama PT Adymix Beton. Tiga pelaku penipuan masing – masing Salman Parisi (41), Teuku Darmastiawan (39) dan Samsuna berhasil menipu PT Andica Parsaktian Abadi hingga mengalami kerugian mencapai 86 juta.

Aksi ketiganya terhenti setelah anggota Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel meringkusnya pada Selasa (18/9/2018) di salah satu Ruko Jalan Tekno Widia BSD, Blok H, No 7 Tangerang Selatan, Banten.

Read More

Modus ketiga pelaku dalam menjalankan aksinya membuat email lalu memasukkan akun blogger PT Adymix Beton untuk membuat iklan pemasaran beton curah dengan membuat PT Adymix Beton Palembang.

Untuk meyakinkan korban nya pelaku juga mengupload mobil molen dan memasukkan penawaran serta nomor handphone kepada calon korban.

Berdasarkan pengakuan Salman Parisi (41) yang jadi otak dalam kasus ini mengatakan aksi penipuan yang didalanginya berawal dari ide teman lalu ia diajari membuat email dan Blogger palsu dengan modal laptop, handphone dan ATM.

“Setelah webnya selesai baru saya menyiapkan rekening dan kartu ATM dari berbagai macam bank. Semuanya itu saya dapatkan dari membeli dari warga keseluruhannya 3,5 juta,” katanya saat dihadirkan pres rilis di Mapolda Sumsel Kamis (20/9/2018).

Setelah semuanya siap, dua orang temannya membantu mengangkat telpon jika ada calon korban yang menelpon.

“Sebenarnya ada 12 perusahaan yang memesan beton semen, tapi baru ada satu perusahaan yang telah mentransfer uang untuk membeli beton semen seharga 86 juta,” bebernya.

Lanjutnya, untuk dua orang temannya jika penipuan berhasil Salman memberikan uang sepuluh persen dari hasil yang didapatkan.

“Penipuan ini saya jalankan baru sekitar dua bulan. Dua teman saya itu saya tugaskan untuk mengangkat telpon calon korban jika berhasil mereka saya berikan bagian sepuluh persen,” jelas warga Aceh yang bermukim Perumahan Bukit Dagu, Bogor, Jawa Barat ini.

Lain halnya pengakuan Samsuna, dirinya ditugaskan Salman sang otak pelaku hanya mengangkat telpon lalu ngobrol menawarkan beton kepada calon korban. Setelah disepakati beton yang akan dibeli korban, dirinya lalu menyuruh korban untuk mentransfer uang melalui rekening.

“Kalau ada yang menelpon saya angkat lalu saya menawarkan penjualan beton kepada korban itu saja pak, kalau uang saya dikasih delapan juta baru sekali saya terima uang dari Salman,” akunya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto menjelaskan modus ketiga pelaku dalam melancarkan aksi penipuan yakni dengan membuat akun palsu atas nama PT Adymix Beton. Lalu ketiga pelaku berpura pura menawarkan beton semen kepada salah satu perusahaan dikota Palembang.

“Setelah terjadi negosiasi akhirnya perusahaan memesan semen beton kepada PT Adymix Beton dan terjadi lah transaksi korban mentransfer uang sebesar 86 juta, namun setelah tiga hari barang yang dipesan tak kunjung datang,” katanya.

Setelah ditelusuri oleh korban, ternyata PT Adymix Beton tidak ada di Palembang tapi berada di Tangerang. Sadar telah tertipu akhirnya korban melaporkan ke Polda Sumsel.

“Kuat dugaan pelaku sudah lama menjalankan aksi penipuan ini, karena adanya catatan dan barang bukti yang diamankan seperti laptop, rekening tabungan dan puluhan kartu ATM dari berbagai bank yang digunakan untuk menampung uang hasil penipuan,” pungkasnya. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts