Palembang, Sumselupdate.com – Menanggapi salah paham yang terjadi antara pengemudi ojek online (ojol) dengan sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang, Kapolsek Seberang Ulu II Kompol Okto Iwan turun tangan untuk dilakukan mediasi.
Mediasi juga dihadiri Pembantu Dekan III dan Pembantu Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang serta perwakilan pengemudi ojol bernama Sandi dan anggota Mapala Brimpas.
“Kehadiran kita disana untuk memediasi masalah ini. Penganiayaan yang dialami ojol itu belum jelas pelakunya. Kita juga sudah mengajak korban memastikan pelakunya, namun tidak ada satu di antara mereka (mahasiswa), hanya saja tempat kejadian kebetulan berada di depan kampus Muhammadiyah,” ujar Kapolsek SU II Kompol Okto Iwan, Selasa (18/9/2018).
Adapun pengemudi ojek online yang mengaku menjadi korban penganiayaan itu bernama Iwan Kustiawan (26). Korban mengaku dikeroyok dua pelaku saat berada di Kampus Muhammadiyah Palembang, Jalan Ahmad Yani, Senin (17/9) malam.
Akibat pengeroyokan itu, warga Jalan Dipo, Lorong Amal, Kecamatan Kertapati Palembang ini mengalami luka robek pada bagian kening. (tra)











