PALI, Sumselupdate.com – Ledakan pipa gas milik Pertamina Pendopo yang terjadi pada Jumat (13/7) lalu di Talang Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memang sudah dinetralisir pihak Pertamina.
Namun, imbas dari kejadian itu warga menuntut PT Titan group yang dianggap warga menjadi penyebab meledaknya pipa gas tersebut dan membuat puluhan warga keracunan.
“Pipa itu bocor karena terkena alat berat milik PT Titan saat menggali tanah terlalu dalam. Selain menyebabkan puluhan warga keracunan, aktivitas warga juga terhambat, terlebih dalam satu hari setelah kejadian warga dilarang menghidupkan api, lisrik dimatikan serta perekonomian warga saat itu lumpuh,” ucap Remi Rudindia, Kades Benuang, Rabu (18/7/2018).
Untuk itu, Kades mengatakan bahwa warga meminta kompensasi kepada PT Titan terkait kejadian tersebut. “Dari pertemuan awal antara warga, PT Titan dan Pertamina, informasinya masih akan diajukan. Tetapi kami minta PT Titan yang menjadi penyebab harus bertanggungjawab atas kerugian warga yang dialaminya,” tandasnya.
Terkait kejadian itu, PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field menyatakan bahwa memang benar penyebab meledaknya pipa gas alam akibat pekerjaan PT Titan.
“Insiden yang diakibatkan alat berat grader yang mengerjakan proyek perbaikan Jalan Servo yang dioperasikan PT Titan bergesekan dengan pipa gas PT Pertamina EP. Insiden ini mengakibatkan kebocoran pipa gas SKG 18 di Desa Benuang. Akibat kejadian itu pipa gas milik PEP mengalami kerusakan dengan lubang 20 cm dan menyebabkan gas alam keluar,” isi press release yang dikeluarkan, Fery Prasetyo Wibowo, Asmen Pertamina Pendopo.
Terpisah, Agung Manager PT Titan menyebutkan bahwa perusahaannya telah membantu penanganan kejadian tersebut. Dan diakuinya bahwa pasca kejadian pada 14 Juli pagi, PT Titan telah membantu makan pagi sebanyak 525 bungkus melalui Kepala Desa Benuang.
Kemudian sore harinya pihak Pertamina dan PT Titan mengadakan pertemuan antara perwakilan masyarakat di rumah Kepala Desa Benuang membicarakan permintaan kompensasi. “Permintaan tersebut akan dibicarakan antara pihak Pertamina dan PT Titan dalam minggu ini, setelah pertemuan hasilnya akan disampaikan ke masyarakat melalui kepala desa,” jelas Agung. (adj)











