Muaraenim, Sumselupdate.com – Calon Bupati Muaraenim nomor urut tiga, Shinta Paramita Muzakir mengatakan, pelaksanaan Pilkada bukan soal menang atau kalah, namun cara mengedukasi masyarakat bagaimana cara berdemokrasi yang baik dan fair.
“Bagi kami, proses Pilkada bukan hanya soal kalah atau menang. Tapi yang esensial adalah bagaimana cara mengedukasi masyarakat bagaimana cara berdemokrasi yang baik dan fair sehingga didapat pemimpin berkualitas,” ujar Shinta dalam konferensi pers di Kafe Meraje, Senin (9/7/2018).
Shinta yang didampingi Sekretaris Tim Kerja Firdaus dan Ketua Tim Media Tita mengatakan, pihaknya menghormati keputusan KPU yang menetapkan pasangan Ahmad Yani-Juarsah memperoleh suara terbanyak.
“Sebagai warga negara yang taat terhadap hukum, kami menyatakan menghormati perundang-undangan dan keputusan KPU. Namun kita tetap menyerahkan dugaan perbuatan money politic pada Pilkada Muaraenim kepada penegak hukum. Dan kami yakin Gakkumdu dan Polri dapat bekerja secara profesional,” tambahnya.
Shinta menegaskan, harus ada yang bertanggung jawab terhadap ‘ketidak berhasilan’ pengawasan Pilkada yang jujur dan adil di Kabupaten Muaraenim.
“Kita akan mencari siapa yang harus bertanggung jawab terhadap ‘ketidak berhasilan’ pengawasan Pilkada. Karena ada mereka-mereka yang diberi tanggung jawab oleh negara untuk mengawasi Pilkada di Muaraenim. Tapi kita percaya mereka dapat bekerja secara profesional,” pungkasnya. (azw)











