Palembang, Sumselupdate.com – Keresahan masyarakat mengenai adanya peredaran gas elpiji 3kg non subsidi dengan harga dua kali lipat dari gas bersubsidi yang berkisar Rp21 ribu per isi ulang tabung, ditanggapi Pertamina.
Regent Manager Comunication and CSR Sumbagsel Hermansyah Nasroen mengatakan, gas 3 kg non subsidi belum ada diterapkan di Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut dia, gas 3kg non subsidi masih dilakukan uji pasar di Jakarta dan Surabaya.
Kendati demikian, menurut dia, Pertamina memperketat pengawasan pemakaiaan gas 3kg subsidi agar sesuai peruntukannya.
“Kita mengimbau agar masyarakat yang menggunakan gas 3kg bersubsidi memang yang sesuai kriteria. Bukan rumah makan atau hotel. Pengawasan kita sampai pangkalan, Insya Allah tidak menyimpang pendistribusiannya,” bebernya.
Dia mengimbau juga agar warga untuk tidak resah, karena kuota gas elpiji 3kg bersubsidi tahun ini melebihi tahun lalu yakni mencapai 198.775 mt.
Untuk HET gas elpiji 3kg subsidi, Hermansyah menjelaskan, di pangkalan berkisar Rp14.800 sampai Rp20.500 per tabung, tergantung jarak kabupaten/kota.
“Yang merasa berhak mendapatkan gas elpiji 3kg bersubsidi tidak usah khawatir. Sebab kuota gas 3 kg bersubsidi untuk Sumsel tahun ini malah bertambah,” paparnya.
Pastinya, peredaran gas 3kg non subsidi di Sumsel tidak akan diterapkan dalam waktu dekat. Karena akan menunggu uji pasar di Jakarta dan Surabaya.
“Dengan adanya gas 3kg non subsidi maka masyarakat yang tidak berhak membeli gas 3 kg subsidi dapat beralih menggunakan gas 3kg non subsidi. Karena gas 3 kg non subsidi dilengkapi dengan duobel spidel pup. Sehingga lebih aman digunakan, ” pungkasnya. (syd)











