Sasar Masjid, Pesantren Ramadhan Ponpes Tahfdiz Kiai Marogan Angkat Tema 3T

Jumat, 25 Mei 2018

Palembang, Sumselupdate.com – Memasuki pekan kedua, Pesantren Ramadhan  Pondok Tahfidz Kiai Marogan Palembang kembali menjangkau dua masjid. Dua masjid dimkasud yakni Masjid Nurul Aisyah di Komplek Polygon dan Masjid Ubadi Al Wadi Al ‘Anazi Komplek Talang Kelapa.

Ketua Panitia Pesantren Ramadhan  Pondok Tahfidz Kiai Marogan, Ustadz Abdul Rohman Al Hafidz, SQ,  mengatakan pada pekan kedua ini pihaknya masih mengusung tema 3T (Tahsin, Tajwid dan Tilawah). Hal ini sengaja dijadikan dasar pada pesantren ramadhan tahun ini, karena membaca Al-Quran sangat diperlukan kejelasan makhorijul huruf (tempat keluarnya huruf) dari masing-masing huruf dan kalimat dalam Al-quran. Selain itu juga perlu diperhatikan Tajwid, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum bacaan Al-quran.

Read More

“Dalam Ilmu Tajwid, santri diberi materi tentang hukum-hukum bacaan dalam Al-quran, seperti panjang pendeknya bacaan, kejelasan membaca, mengapa harus mendengung, mengapa harus dibaca jelas, nah ini dipelajari dalam Ilmu Tajwid,” ujarnya kepada Sumselupdate.com, Kamis (24/5/2018).

Sementara Tilawah, yang dimentori Ustadz Hasby Ash Siddiqy Al Hafidz, motivator Al-quran asal Bandung ini, menitikberatkan pada irama membaca Al-quran dengan tetap memperhatikan tajwidnya dan tahsinnya.

“Ustadz Hasbi sengaja kita bawa keliling di Palembang dalam Pesantren Ramadhan, karena beliau memiliki keahlian irama tilawah dari beberapa Imam Masjidil Haram. Diharapkan dengan pelatihan  ini santri bisa menggali ilmu dari beliau,” tambahnya.

Pada penyampaian materi, Ustadz Hasbi melatih para peserta dengan membaca suroh Al-Fatihah dan 3 ayat pendek dari ayat Al-quran. Dari 3 ayat pendek ini, Ustadz Hasbi kemudian membacakan dengan tiga dasar irama : nada naik, nada datar dan nada turun.

Tiga ayat dengan 3 nada ini, dimaksudkan sebagai gambaran dasar bagi peserta agar mudah menerapkan irama pada ayat-ayat lain.

“Bila kemudian kita menerapkan irama ini pada ayat yang panjang, kita akan menerapkan pada satu ayat saja, supaya mudah ditangkap dan mudah dicerna pseserta,” tegas Hasbi saat di Masjid Nurul Aiysah dan Masjid Ubaid Al Qadi Al’Anazi.

Kegiatan Pesantren Ramadhan di Masjid Ubaid Al Wadi Al ‘Anazi, Talang Kelapa, Palembang

 

Sementara pemateri lain yakni pendiri Rumah Tahfidz Rahmat Palembang, Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag, M.Hum, mengusung tema tentang motivasi menghafal dan pentingnya menjalani proses untuk meraih keberhasilan sebagai penghafal quran.

Menurut Imron, menghafal Al-quran diperlukan kesungguhan, baik secara fisik dan batiniyah. Oleh sebab itu, menanamkan niat yang istiqomah menjadi hal penting bagi para calon penghafal quran.

“Menghafal quran tidak bisa datang tiba-tiba, tetapi semua butuh proses. Sebab hidup ini proses, bukan lompat katak. Jadi adik-adik yang ingin menjadi penghafal quran harus tekun, niatnya harus istiqomah, dan sungguh-sungguh,” ujar  Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts