Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah dan pihak terkait mengupayakan antisipasi kerusakan lahan dalam sebuah diskusi mengenai penyelamatan lingkungan secara umum maupun secara khusus di Sembilang-Dangku (Kelola Sendang).
Dalam diskusi yang berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (18/8) juga akan dirancang rencana restorasi lahan serta kawasan lahan gambut, dan menguatkan kapasitas bagi masyarakat dan pemerintah dalam mengelola landscape secara berkelanjutan.
Project Director Kelola Sendang, Damayanti Buchori, Kamis (18/8), di sela acara Diskusi Konsultasi Draft Rencana Implementasi Kemitraan Pengelolaan Landscape Sembilang-Dangku (Kelola Sendang) mengatakan, melalui pengawasan Kelola Sendang diharapkan mampu meningkatkan kemakmuran rakyat dan taraf hidup yang lebih baik tanpa merusak lingkungan.
“Ini diskusi yang diharapkan mampu menghasilkan sebuah komitmen bersama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, jadi tidak hanya menguntungkan pihak tertentu saja,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, setiap orang bisa dipastikan akan meningkatkan taraf ekonomi yang lebih baik. Namun peran diskusi yang dilaksanakan tersebut adalah bagaimana agar tidak merusak lingkungan.
“Kita akan banyak bekerja dengan semua mitra kerja, terutama pelaku perkebunan, baik masyarakat maupun pemerintah atau pihak perusahaan,” urainya.
Lebih lanjut kegiatan diskusi yang melibatkan banyak pihak terkait ini, terutama pendana yakni pemerintah Inggris dan Norwegia, sebagai upaya memberi masukan terhadap pemerintah untuk mencegah kerusakan hutan terutama di pulau Sembilang.
“Dalam jangka pendek akan dilakukan pemetaan terlebih dahulu karena luas lahan Sembilang yang cukup luas hingga 1,5 juta hektar, sehingga perlu ada titik fokus kerja,” pungkasnya. (adi)











