Baturaja, Sumselupdate.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-71 dan belum lama ini hari jadi Kabupaten OKU ke-106 nampaknya tak dirasakan sepenuhnya masyarakat yang berada di Bumi Sebimbing Sekundang (julukan kabupaten OKU red).
Ya, pasalnya masyarakat mengaku perayaan itu hanya milik kalangan pejabat dan orang berada sementara rakyat kecil tak begitu merasakan.
“Rasanya kami tak merdeka tak ada yang kami rasakan secara menyentuh pada kami rakyat kecil,” ucap Wahyu warga Baturaja, Rabu, (17/8).
Apalagi kata dia saat ini masih banyak masyarakat OKU yang belum sejahtera masih banyak pengangguran lantaran lapangan kerja susah.
“Coba ada pesta rakyat, pawai kek, hiburan atau apalah. Jangan hanya upacara saja,” terang Hendra.
Pemerhati budaya dan politik lokal OKU Hendra Alfani, sangat menyayangkan atas ketidakmampuan pemerintah daerah untuk merangkul, mengajak dan melibatkan masyarakat dalam kemerdekaan ini.
Puncaknya kata dia sebenarnya telah terjadi saat perayaan HUT Kabupaten OKU ke 106 lalu. Dimana masyarakat khususnya asli OKU sama sekali tak merasakan hari jadi tanah kelahirannya.
“Rakyat kecil pada dasarnya hanya butuh dilibatkan semisalkan ada pesta rakyat atau sebagainya yang langsung menyentuh masyarakat kecil dan dapat secara bersama dinikmati, itu saja kok,” terang Hendra.
Kalau alasan pemerintah tak punya anggaran sehingga tak bisa mengadakan berbagai macam kegiatan menurut Hendra salah besar, banyak cara mencari pendanaan apalagi perusahaan baik BUMN, BUMD dan perusahaan swasta banyak berdiri di OKU.
“Kalau alasanya tak ada dana itu jawaban anak kecil. Mengapa? Jelas perusahaan banyak loh di OKU kenapa tidak manfaatkan ada apa? Artinya pemerintah tak punya wibawa donk dimata perusahaan yang mencari makan di tanah OKU,” ketitik Hendra.
Pada, peringatan HUT RI tahun ini memang puncaknya hanya ada upacara penaikan dan penurunan bendera di taman kota Baturaja serta belum lama ini rapat Paripurna HUT OKU di gedung DPRD OKU.(Yan)











