Terbangkalai, Gedung Hijau Dijadikan Lokasi Untuk Mesum

Jumat, 12 Agustus 2016
HANCUR: Salah satu bangunan aset milik Pemkab OKU yang telah dibangun namun sejak dibangun tidak dipergunakan saat ini telah hancur dan diduga sering dijadikan lokasi tempat berbuat mesum oleh anak-anak muda

Baturaja, Sumselupdate.com – Sebuah bangunan milik Pemkab OKU yang sudah lama dibangun, tidak pernah dipergunakan dan dimanfaatkan. Akibatnya fasilitas yang diduga dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut, kondisinya telah hancur dan mengalami kerusakan parah.

Mirisnya, bangunan yang diperuntukkan untuk keperluan dunia pendidikan tersebut, saat ini beralih fungsi menjadi lokasi untuk berbuat mesum oleh anak-anak muda. Parahnya, di lokasi bagian dalam sering ditemukan bekas (maaf –red) kondom yang sering dipergunakan untuk melakukan hubungan seksual serta pecahan botol minuman keras.

Informasi warga yang sempat ditemui di lokasi, bangunan terbengkalai ini sejatinya diperuntukan untuk keperluan dunia pendidikan, entah untuk sekolah ataupun lainnya.

Namun menurut warga, sejak selesai dibangun pada beberapa tahun lalu, sampai selesai dibangun hingga sata ini bangunan permanen satu lantai dengan luas bangunan sangat luas menyerupai bangunan kantor ataupun sekolah ini sama sekali tidak pernah dipergunakan.

Bahkan menurut warga, bangunan yang dicat keseluruhan berwarna hijau terang yang berada persis bersebelahan dengan gedung SDN 44 OKU di Kelurahan Baturaja Permai (RSS Holindo) ini, saat ini justru sering dijadikan lokasi untuk berbuat mesum bagi anak-anak muda yang kerap berbuat nakal. Yakni tempat untuk melakukan “transaksi” seks alias berbuat mesum.

Sebab warga sering melihat adanya bekas-bekas kondom yang dibuang di bagian dalam bangunan gedung yang rusak berat ini.

“Kami tidak tahu ini bangunan sekolah atau bangunan apa, kami menyebutnya bangunan hijau. Bangunan ini dibangun telah lama entah jaman pemerintahan siapa. Sayangnya bangunan ini sering dijadikan tempat ngesek, kalu dak percaya lihatlah di dalam banyak bekas kondom,” kata seorang pemuda saat dibincangi, Jumat (12/8), di lokasi bangunan hijau ini.

Menurut pemuda yang enggan ditulis namanya ini, dirinya sendiri kerap duduk-duduk di bangunan hijau ini jika sore hari. Pasalnya jika sore hari bangunan ini sering didatangi anak-anak muda-mudi yang kebanyakan pelajar sekolah untuk dijadikan areal nongkrong atau lokasi berpacaran.

“Dulu pernah ada sepasang pelajar yang ketahuan sedang ‘main’ untungnya tidak sempat dibawa atau ditangkap, karena berhasil kabur,” ujarnya.

Sementara menurut salah satu warga Wahyudi (35), bangunan luas berwarna hijau tersebut memang milik Pemerintah Kabupaten OKU.

Menurut dia, bangunan tersebut dibangun oleh pihak dinas pendidikan Kabupaten OKU yang telah dibangun sejak beberapa tahun lalu.

Yudi membenarkan, jika bangunan hijau tersebut tidak pernah dimanfaatkan oleh pemerintah, meskipun bangunan tersebut telah menghabiskan anggaran negara yang cukup banyak.

“Itu gedung milik pemda ce, memang idak pernah dipakai, karena bermasalah, coba konfirmasi saja ke dinas pendidikan karena gedung tersebut milik dinas pendidikan,” ujar aktivis muda sekaligus pendiri sebuah LSM di Kabupaten OKU ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKU, H Mahyudin Helmi belum berhasil dikonfirmasi terkait adanya bangunan yang diduga milik pemerintah di bawah Dinas Pendidikan OKU, sebab saat hendak ditemui di kantornya tidak ada di tempat, sedangkan saat dihubungi melalui ponselnya tidak aktif. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts