Gila! di Makasar, Ayah dan Anak Kompak Aniaya Guru di Sekolah

Kamis, 11 Agustus 2016
Dasrul, guru yang dianiaya siswa dan orang tuanya.

Makasar, Sumselupdate.com – Kabar miris datang dari dunia pendidikan. Seorang siswa berinisial MAS (15) dan ayahnya, Adnan Achmad (43), kompak menganiaya gurunya, Dasrul (53) di area sekolah.  

Tak pelak, kejadian ini pun mengundang simpati netizen. Laman facebook “Selamat Pagi Indonesia” misalnya, Rabu (10/8), ramai diwarnai beragam komentar setelah mengedarkan pemberitaan soal ini. Hingga pukul 21.00, tercatat sudah ada 1.131 komentar dan dibagikan hingga 19.500 kali.

Read More

Seperti dilansir okezone.com, Rabu (10/8), penganiayaan guru mata pelajaran Gambar Bangunan SMKN 2 Makasar ini berawal karena sang anak tidak terima dimarahi gurunya. Dia lantas memanggil ayahnya ke sekolah.

Petaka terjadi saat Adnan dan Dasrul berpapasan di depan ruang kepala sekolah. MAS spontan berteriak “itu gurunya” dan buk..! Adnan langsung memukul Dasrul. Menurut pengakuan Dasrul, ia di pukuli Adnan satu kali dan MAS satu kali.

Pukulan tersebut menyebabkan Dasrul mengeluarkan darah dari hidung. Ia lalu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulsel, selanjutnya membuat laporan ke Mapolsek Tamalate, Rabu (10/8).

Berikut kronologi penganiayaan terhadap Dasrul sebagaimana laporan yang disampaikannya di Mapolsekta Tamalate:

Pulul 8.30 Wita, Dasrul mengajar gambar teknik di kelas 2. Dia menyuruh para siswa meletakkan buku gambar di meja. Namun MAS tidak membawa buku gambar, sehingga Dasrul menegur.

MAS lantas meneriaki gurunya karena tak terima ditegur. Dasrul selanjutnya mendatangi MAS dan memukul bahunya. MAS makin marah, dia mengajak Dasrul berkelahi, lalu keluar kelas sambil menendang pintu.

Namun Dasrul tidak mengikuti MAS dan tetap melanjutkan mengajar. Sementara di luar kelas lain, MAS menelepon orang tuanya.

Pukul 10.00 Wita, ayah MAS, Adnan Achmad, tiba di SMKN 2 Makassar. Dia hendak menemui kepala sekolah untuk meminta penjelasan perihal hukuman terhadap anaknya. Namun, kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.

Pukul 10.15 Wita, saat jam istirahat, Dasrul menuju ruang kurikulum dan bergegas untuk pulang karena jam mengajarnya sudah selesai.

10.30 Adnan dan Dasrul berpapasan di depan ruang kepala sekolah. MAS spontan berteriak “itu gurunya” dan buk.. Adnan langsung memukul Dasrul. Menurut pengakuan Dasrul, ia di pukuli Adnan satu kali dan MAS satu kali. Pukulan tersebut menyebabkan Dasrul mengeluarkan darah dari hidung.

Ia lalu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulsel, selanjutnya membuat laporan ke Mapolsek Tamalate. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts