Baturaja, Sumselupdate. com – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite mengalami kenaikan dari Rp7.700 per liter menjadi Rp7.800 per liter.
Di sisi lain, BBM bersubsidi jenis premium mengalami kelangkaan. Tak pelak, kondisi ini membuat antrean kendaraan di sejumlah SPBU mengular.
Naiknya harga BBM ini membuat warga di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumsel mengaku terkejut.
“Baru tahu saya kalau naik. Saya tidak pernah tanya harga saat isi bahan bakar kendaraan jenis pertalite ini. Ya saya isi saja Rp100 ribu di SPBU terus setelah selesai saya langsung pergi saja. Saya tidak pernah tanya harga,” kata Dede, warga Baturaja, Sabtu (27/1).
“Kok naiknya diem-diem,” ujar Dede lagi.
Terpisah, Region Manager Communication dan CSR Sumbagsel, Hermansyah y Nasroen saat dikonfirmasi Jumat (26/1) membenarkan ada kenaikan harga BBM jenis Pertalite. Kenakan harga mulai 20 Januari. Dari harga Rp7.700 per liter menjadi Rp7.800 per liter.
Ia menjelaskan, selain BBM penugasan atau BBM subsidi (premium dan solar), harga produk BBK (bahan bakar khusus) seperti Pertalite, Pertamax, dan lainnya ditentukan oleh pertamina.
Penyesuaian ini kata Hermansyah didasarkan atas evaluasi yang dilakukan secara periodik dengan mempertimbangkan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap US dolar
“Ya benar jadi harga Pertalite ini bisa naik juga bisa turun sesuai dengan mempertimbangkan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap US dolar,” katanya.
Dikatakannya, khusus BBK penyesuaian harga dan evaluasi per periode yakni setiap dua minggu sekali.
Ia menambahkan Pertamina menyampaikan apresiasi kepada para pelanggan yang telah menggunakan BBM berkualitas sesuai dengan kebutuhan kendaraannya. (wid)











