Ingat! Mulai Besok, Ujicoba ‘One Way’ di Kawasan Bukit Besar Palembang Diberlakukan

Rabu, 10 Januari 2018
Jalan Padang Selasa menuju kampus Pasca-Sarjana Unsri yang mulai besok diberlakukan One Way atau jalan satu arah.

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang bekerja sama dengan Polresta Palembang, mulai besok, Kamis (11/1/2018), memberlakukan jalan satu arah atau One Way di kawasan Bukit Besar Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan, mengatakan, penerapan One Way yang diberlakukan mulai 11-18 Januari nanti, lantaran arus lalulintas di kawasan tersebut sangat padat.

Read More

Dikatakannya, One Way diberlakukan di kawasan Padang Selasa dan Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar Palembang.

Menurut dia, ujicoba One Way dilakukan selama satu minggu dan akan dilakukan evaluasi guna melihat efektif atau tidak kebijakan tersebut.

Peta rekayasa jalan satu arah atau One Way di kawasan Bukit Besar Palembang.

 

Dijelaskannya, pada rekayasa lalu lintas kali ini, arus lalulintas dari Jalan Jaksa Agung Soeprapto menuju Srijaya Negara (Unsri) akan dialihkan melalui Padang Selasa.

Penerapan sistem One Way dilakukan di Jalan Padang Selasa menuju Srijaya Negara (Pasca Sarjana Unsri).

“Sedangkan arus lalu lintas dari Jalan Ogan, Jalan Lunjuk Jaya, Kampus Unsri, Jalan Masjid Al Ghazali, Jalan Puncak Sekuning wajib belok kiri,” ujarnya.

Kurniawan mengatakan, pihaknya mengharapkan agar masyarakat mendukung dan berperan aktif sehingga dapat bermanfaat dalam menciptakan keselamatan, kelancaran dan tertib berlalu lintas di jalan.

“Dalam melakukan rekayasa lalu lintas ini kami bekerja sama dengan Satlantas Polresta Kota Palembang,” jelasnya.

Sebelumnya, penerapan jalan satu arah di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan POM IX, Radial dan Angkatan 45. Namun saat ini penerapan yang berhasil dilakukan hanya di Jalan POM IX

Penerapan One Way dinilai gagal karena tidak bisa mengatasi masalah kemacetan yang ada di beberapa titik di Kota Palembang.

Pengembalian jalur dilakukan karena tiga faktor, yang pertama timbulnya titik kemacetan baru, para pengusaha merugi, dan tidak teraturnya jalur Trans Musi, sehingga penumpang diturunkan di tengah jalan, arah angkot yang berbeda dan titik kemacetan bertambah parah di beberapa titik lainnya. (hyd/*)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts