Baturaja, Sumselupdate. com – Ada-ada saja yang menciderai pelaksanaan lomba bidar atau perahu dayung di Sungai Ogan, Minggu (31/12/2017) pagi.
Pasalnya, terjadi keributan antara peserta dan panitia sehingga membuat ketua pelaksana yang menjabat juga Asisten II Setda OKU Farudin Rozi mengamuk bahkan Bupati Drs Kuryana Azis sempat menunggu di perahu hampir setengah jam lantaran peristiwa memalukan itu.
Keributan antar-peserta dan panitia itu diduga kurangnya koordinasi karena dayung yang dijanjikan oleh panitia tidak ada.
Sedangkan panitia mengumumkan jika peserta tidak perlu menggunakan dayung sendiri karena sudah disediakan oleh panitia.
Kekesalan Asisten II memuncak setelah setengah jam bupati menunggu dan bahkan raut muka sang bupati sudah menunjukan kekesalan, namun para peserta belum juga mengambil posisi masing-masing.
“Pak Topan urusi masalah ini, jangan ikut dalam perahu dulu,” ujar Assisten II Setda OKU Farudin Rozi berbicara dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dengan nada keras.
Namun walau sudah seperti itu, pelaksanaan masih juga belum berjalan, karena dayung belum juga disediakan panitia.
Belum lagi banyak perahu yang tenggelam karena air yang masuk terlalu bamyak.
“Kalau katek dayung pake wong yang kurus tula,” sindir Assisten II Setda OKU Farudin Rozi.
Pelaksanaan akhirnya dilanjutkan dan dilepas oleh Bupati OKU yang menunggu lebih dari setengah jam di atas perahu.
Panitia meminjam dayung dengan para peserta, into pun panitia harus membentak dan memaksa para peserta agar meminjamkan dayungnya.
Kegiatan ini sendiri diketahui baru pertama diselenggarakan oleh Pemkab OKU guna memeriahkan pergantian tahun baru 2018. (wid)











