PALI, Sumselupdate.com – Pemasangan line pipa jaringan gas (jargas) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tepatnya yang berada di RT 16, RW 5, Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, kembali dipersoalkan warga.
Karena, selain bekas galian yang belum ditutup, juga tidak ada pengamanan berupa tali pembatas terhadap galian tersebut.
Akibatnya, lubang dengan kedalaman sekitar 1,5 meter itu menganga.
Kondisi ini diperparah ketika hujan datang. Tanah galian yang menjadi licin, kemudian juga bekas galian tadi menjadi seperti sumur kecil di depan-depan rumah warga.
Kondisi serupa tidak hanya terjadi di wilayah Gang Masjid, wilayah Kebun Sayur kelurahan yang sama pun demikian adanya.
“Kata petugas yang masang jargas kemarin, besok langsung diperbaiki galian ini. Tapi, ini sudah hampir dua minggu dibiarkan seperti ini. Yang kami khawatirkan, banyak anak-anak bermain di depan rumah kami. Kalau sampai terjatuh, kan jadi bahaya. Kami minta pihak terkait segera tutup bekas galian ini,” keluh Leni, warga Gang Masjid.
Sementara itu, Romi Suryadi, Ketua RW 5 mengatakan, PT PMU seperti asal-asalan saja dalam mengerjakan pemasangan jargas.
“Koordinasi dengan pemerintah setempat saja tidak pernah, langsung gali-gali saja pekerjanya, tanpa memikirkan kenyamanan dan keselamatan warga. Seperti ini kan sangat tidak profesional dan asal-asalan kerjaannya.” ungkap Romi Suryadi.
Selain itu, Romi juga meminta kepada wakil rakyat dan pemerintah melakukan cross cek langsung ke lapangan, mengingat pekerjaan ini sangat teledor dan menganggu kenyamanan masyarakat.
“Kami selaku pemerintah setempat, meminta kepada DPRD dan Pemerintah untuk melihat langsung kondisi dilapangan. Karena ini selain mengganggu ketertiban umum juga berbahaya bagi masyarakat yang berlalu-lalang. Karena jalan disini menjadi licin dan sulit digunakan.” pintanya. (adj)











