Palembang, Sumselupdate.com – Asa Muaraenim menyandingkan emas nomor beregu cabor tenis meja di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumsel 2017 harus kandas. Pasalnya, meski telah lebih dulu merebut emas di bagian putri, namum tim tenis meja putri Muaraenim dipaksa menyerah oleh tim Musi Banyuasin (Muba) dengan skor tipis 3-2, Rabu (22/11/2017) di Dinning Hall Wisma Atlet Jakabaring Palembang.
Sempat memimpin terlebih dulu melalui Meilina Effendi di tunggal pertama, MUBA sempat membalikkan keadaan dan berbalik unggul 2-1 setelah memenangkan tunggal kedua dan nomor ganda. Meilina sempat memberikan asa bagi Muara Enim setelah kembali merebut partai keempat dan menyamakan skor menjadi 2-2.
Namun partai penentuan akhirnya menjadi milik kupik Sekayu, yakni Yuni Purnama Sari yang mengalahkan Nia Effendi dan akhirnya memastikan emas berada dalam genggaman MUBA. Skor 3-2 menutup laga yang berlangsung ketat dan hampir memakan waktu selama 2 jam penuh ini. Sedangkan perungu di bagian putri menjadi milik Banyuasin dan Palembang.
Sementara itu, anti klimaks terjadi di bagian putra saat tim tenis meja putra Muara Enim tidak perlu mengeluarkan keringat dan menang Walk Out (WO) 3-0 atas tim PALI. Hal ini dikarenakan salah satu pemain PALI yakni Ahmad Munandi mengalami sakit dan tidak bisa bertanding. PALI sendiri di ajang ini hanya mendaftarkan 3 pemain dan sesuai regulasi maka tidak dapat bertanding. Perunggu di bagian putra sendiri ditempati oleh Lubuk Linggau dan Palembang.
Ketua PTMSI Sumsel, Kurmin Halim menyebut pemain PALI memang sempat ditunggu kondisinya sebelum partai final digelar.
“Namun kita tidak bisa memaksakan karena kondisinya memang sakit dan sangat berisiko bila bermain, apalagi masih ada nomor tunggal yang belum dimainkan. Tentu kita harus menghormati keputusan mereka walau sebenarnya pertemuan PALI melawan Muaraenim di bagian putra juga pasti sangat menarik karena kekuatannya merata,” jelasnya saat ditemui di lokasi pertandingan.
Pihaknya sendiri menyebut mutu pertandingan di ajang Porprov XI Sumsel 2017 lebih meningkat bila dibandingkan sebelumnya. “Kalau saya melihat para atlet yang turun sudah jauh lebih baik kemampuan teknisnya bilan dibandingkan Kejuaraan Provinsi tahun lalu. Kami juga gembira karena para atlet muda juga banyak muncul dan dapat mengisi skuad Sumsel untuk persiapan PON 2020 mendatang,” ungkapnya. (tra)











