Korban Penyanderaan di Papua Kelaparan

Jumat, 17 November 2017

Jakarta, Sumselupdate.com – Setelah lebih dari sepekan, kondisi 1.300 warga di Kampung Banti dan Kimbely, Distrik Tembagapura, Papua, yang menjadi korban penyanderaan oleh kelompok kriminal bersenjata, kian mengkhawatirkan.

Keluarga korban penyanderaan di Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota, Demak, Jawa Tengah, dihinggapi rasa waswas akan nasib anggota keluarga yang disandera tersebut.

Read More

Hal itu terjadi setelah salah seorang korban penyanderaan, Matias Widylia Hanaida, menghubungi istrinya, Siti Zubaidah, warga Desa Kedondong.

Matias mengabarkan bahwa saat ini ia tengah berada di sebuah tempat persembunyian karena ada ancaman dari kelompok kriminal bersenjata di lokasi penambang-an limbah PT Freeport.

“Suami saya baru saja kembali menghubungi. Dia bersama 18 warga lain asal Demak yang di-sandera. Kondisinya tidak hanya kekurangan, tetapi juga jiwanya terancam,” kata Siti Zubaidah.

Dalam sambungan telepon yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kata dia, sang suami meminta tidak usah dihubungi lagi karena jiwanya terancam. “Kami harap pemerintah segera membebaskan para sandera,” pungkas Zubaidah.

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengatakan kelompok kriminal bersenjata masih mengintimidasi masyarakat untuk tidak meninggalkan desa.

“Saat ini masyarakat tersebut kekurangan bahan makanan, kondisi kesehatan sudah mulai melemah. Informasinya sekitar 150 warga yang tergolong balita, termasuk bayi, sudah tidak mendapatkan ASI dari ibu mereka karena sang ibu kekurangan bahan makanan,” ujar Irjen Boy Rafli disitat dari laman metrotvnews.com. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts