Palembang, Sumselupdate.com – Tim Sriwijaya FC (SFC) hanya mampu menahan imbang Arema FC dengan skor 1-1 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2017 saat berlaga di Stadion Madya Bumi Sriwijaya Palembang, Jumat (20/10/2017).
Gol Laskar Wong Kito disumbangkan Nur Iskandar pada menit ke 21 dan gol penyeimbang dari Singo Edan dicetak Marko Markus Kabiay pada menit ke 28.
Menanggapi hasil ini, Pelatih SFC Hartono Ruslan menyebut anak asuhnya kurang disiplin. Itulah Laskar Wong Kito tidak bisa mendulang tiga poin sempurna di kandang. “Saya akui kali ini anak-anak bermain tidak disiplin. Makanya lawan bisa dengan mudah menguasai permainan, termaksud gol tersebut,” kata Hartono usai pertandingan.
Kondisi lain permainan SFC disebutnya kurang berkembang alias tidak ada variasi sehingga permainan sangat gampang diantisipasi lawan. Kondisi itulah membuat Hartono tampaknya tidak puas dengan permainan kali ini.
“Terlalu banyak melakukan kesalahan saat penguasa bola salah satunya pasing. Sehingga permainan tidak berkembang,” paparnya.
Namun dia menegaskan kedepan akan melakukan penegasan alias evaluasi. Sebagai pelatih kepala dia tidak mau buruknya permainan tadi terus berlanjut ke empat laga sisa. “Pastinya kedepan saya akan evaluasi,”pungkasnya.
Hal itu juga dibenarkan Kapten SFC Yu Hyun Koo mengakui apa yang diucapkan pelatih. Ia melihat permainan SFC saat menjamu Arema FC tidak seperti beberapa laga kemarin. “Kita memang terlalu agresif tapi lupa untuk melakukan taktik dan sebagainya. Tapi kedepan laga ini harus dijadikan pelajaran,”ujarnya.
Sementara itu Pelatih Arema FC Joko Susilo mengaku cukup bersyukur dengan hasil walapun ekspektasi tidak sesuai prediksi. “Hasil ini mau bagaimana pun kita syukuri. Alhamdulillah kita bisa mencuri poin dari sini,”ucapnya.
Ditanya kenapa Cristian Gonzales disimpan dan baru dimasukan babak kedua. Terlebih lagi Singo Edan disebut seperti sulit menciptakan beragam peluang ataupun minimnya shooting kegawang. “Saya tidak menyimpan pemain karena semua ini kebutuhan taktik. Kalau Fino tidak main dia kurang enak badan,” pungkasnya.
Bertanding di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, tim tuan terlihat sangat bernafsu ingin meraih kemenangan. Mereka memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Namun, solidnya pertahanan Arema FC membuat Laskar Wong Kito tak mampu mencetak gol di menit-menit awal.
Usaha tim tuan rumah akhirnya berbuah hasil di pertengahan babak pertama. M Nur Iskandar berhasil memecah kebuntuan dengan mencetak gol di menit ke-23, memanfaatkan umpan terobosan dari Yoo Hyun-koo. Tapi keunggulan Sriwijaya FC tidak bertahan lama.
Singo Edan hanya membutuhkan waktu enam menit untuk menyamakan kedudukan. Sepakan Marko Kabiay dari sudut sempit pada menit ke 29 membantu Arema FC menyamakan kedudukan jadi 1-1. Di babak kedua, tak banyak peluang emas yang didapat kedua tim.
Solidnya lini pertahanan masing-masing, membuat mereka tak mampu mencetak gol lagi untuk memenangi pertandingan itu. Hingga peluit akhir berbunyi kedudukan tetap imbang 1-1. Dengan hasil ini, Sriwijaya masih tertahan di urutan ke-12 dengan 38 poin.
Sementara itu Arema naik satu peringkat ke peringkat ke sembilan dengan 43 poin. Arema tertinggal 16 poin di bawah pemuncak klasemen Bhayangkara FC. (tra)











