Zulkarnain Tewas Ditembak Karena Mencuri Buah Sawit, Polisi Buru Rekan Tersangka

Jumat, 20 Oktober 2017
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Diduga mencuri buah sawit, Zulkarnain (32) warga Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin meregang nyawa setelah ditembak oleh oknum anggota TNI yang berjaga di PTPN VII Banyuasin Kamis (19/10) malam.

Berdasarkan informasi, Zulkarnain bersama seorang temannya D (DPO) mencuri dua tandan buah sawit di kawasan perkebunan PTPN 7. Saat pelaku hendak melarikan diri, kedua pelaku dipergoki oleh sepuluh orang anggota patroli Satgas Gabungan Pengamanan PTPN VII.

Read More

D berhasil melarikan diri dari kejaran petugas sedangkan Zulkarnain berhasil dikepung. Namun saat hendak diringkus, pelaku melawan dengan menendang petugas serta mengayunkan senjata tajam jenis parang. Anggota satgas pun melepaskan tembakan ke udara untuk peringatan.

Namun Zulkarnain masih melawan. Anggota Satgas Pam yang disinyalir juga merupakan anggota TNI pun akhirnya menembak paha kanan Zukarnain untuk melumpuhkannya. Ia sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan. Akan tetapi Zulkarnain kehabisan banyak darah hingga akhirnya meregang nyawa. Jenazahnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum dan otopsi.

Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Letkol Inf Imanulhak membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, Satgas Gabungan Pengamanan PTPN VII yang berpatroli pada malam kejadian beranggotakan 10 orang personil. Yang terdiri dari delapan anggota Batalyon Kavaleri (Yonkav) V, satu orang sekuriti, serta satu orang anggota Polri.

“Yang menembak pelaku pencurian merupakan anggota Yonkav V, berpangkat Pratu berinisial I. Saat ini yang bersangkutan sudah memberikan laporan dan tengah diperiksa oleh Denpom,” ujar Letkol Inf Imanulhak, Jumat (20/10/2017).

Dirinya berujar, Dandim 0401 Muba pun telah menyambangi rumah pelaku yang tewas dan menjelaskan kepada keluarganya.

“Pengamanan di PTPN VII tersebut pun sudah sesuai prosedur dan ada izin dari atasan yang bersangkutan. Senjata yang digunakan untuk menembak korban adalah SS1. Itu senjata standar yang digunakan saat pengamanan objek vital,” ujarnya.

Imanulhak menambahkan, satgas pengamanan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Betung. Polisi pun telah mengamankan barang bukti berupa dua tandan sawit dan sepeda motor milik pelaku.

Berdasarkan pantauan di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, di jenazah Zulkarnain terdapat luka menganga sebesar jempol jari orang dewasa di bagian paha kanannya.

Kadir (27), adik ipar Zulkarnain mengatakan, sebelum meninggal korban sempat pamit dengan istrinya, Misrianti, mau pergi mancing sekitar pukul 17.30. Korban pergi berdua dengan rekannya, D, menuju ke wilayah perkebunan sawit yang lokasinya sekitar dua kilometer dari kediaman korban.

“Kata D, pas di tempatnya mereka berpencar cari kodok sebagai umpan pancing. Saat nyari kodok itu, terdengar suara tembakan. Ternyata kakak ipar aku ditembak aparat pakai senjata laras panjang. Jumlahnya ada 10 orang,” kata Kadir yang mengetahui kronologis dari D.

Dari pengakuan D juga, dikatakan Kadir, kalau sewaktu kejadian dia mendengar suara tembakan hanya satu kali. Sementara dari pengakuan warga sekitar, menyebutkan kalau suara tembakannya ada dua kali. “Waktu itu D langsung lari karena takut,” ungkapnya didampingi istri korban yang tampak masih syok dan enggan berkomentar.

Dikatakan, setelah itu korban diantar aparat ke Puskesmas terdekat. Namun saat diperiksa petugas medis tidak ditemukan proyektil peluru, yang ada hanya luka menganga di paha kanan bagian dalam. Selebihnya, tidak ada luka ataupun lebam di tubuh korban.

Menurut Kadir, sepengetahuannya korban tidak ada masalah, karena kesehariannya bekerja sebagai penyadap karet di kebun milik Zulkarnain sendiri.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Yudi Surya Markus mengungkapkan, kasus ini tengah diselidiki dengan memanggil saksi-saksi. Sementara anggota TNI yang melakukan penembakan diserahkan ke Denpom.

“Informasinya pelaku melawan karena tepergok mencuri sawit. Anggota TNI menembak setelah mendapat perlawanan, tapi sudah ada tembakan peringatan,” ungkap Yudi.

Saat ini, kata dia, petugas masih memburu satu pelaku lain. Barang bukti yang diamankan sejumlah sawit hasil pencurian. “Semuanya masih lidik, kita kumpulkan barang bukti dulu,” ujarnya.(tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts