Palembang, Sumselupdate.com –Sungguh tragis akhir hidup seorang bocah yang diketahui memiliki keterbelakangan mental berinisial Ftr (8), warga Desa Mangsang Bayung Lencir, Kabupaten Muba.
Bocah malang ini ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan pada Rabu (22/6). Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tak berpakaian, sementara di kemaluannya (maaf) dirusak pelaku dengan kayu.
Jasad bocah tak berdosa itu kini berada di RS Bhyangkara Palembang guna dilakukan otopsi.
Menurut keterangan ayah korban, Aman (47), jasad anaknya tersebut ditemukan dalam hutan Mangsang yang letaknya 2.5 kilometer dari rumah korban.
“Dia pergi dari rumah sekitar jam 18.00 hari Senin tanggal 13 Juni 2016 dan tidak bilang mau pergi kemana, kemudian anak saya Riki yang merupakan kakak dari Fitriani pergi memancing bersama temannya, dan menemukan adiknya di pinggir sungai kemudian langsung memberitahu kami, setelah itu kami langsung melapor pos polisi yang ada di Bayung Lencir,” ujarnya.
Aman mengatakan, kalau anaknya tersebut memiliki keterbelakangan mental.
“Dia memang cacat mental, kerjanya setiap hari jalan keluar rumah tapi tidak tahu apa yang dituju, nanti kalau lapar dia akan pulang. Sudah makan kemudian dia pergi lagi, selain itu dia juga pendiam, dia anak saya yang ketiga dari lima bersaudara, namun yang saya heran dia bisa pergi sejauh itu karena biasanya dia main di sekitar rumah,” ujarnya.
Sementara itu, kakak korban, Riki mengatakan, kalau saat itu dirinya hendak mancing dan mencium bau busuk.
“Saya dekati mayat di seberang sungai itu, dan saya melihat kalau itu mayat adik saya, padahal saya tahu kalau adik saya tidak pernah kesana,” katanya.
Kabid Dokes, Kombes Pol Soesilo Pradoto membenarkan pihaknya tengah menangani kasus tersebut.
“Tadi pagi RS Bhayangkara menerima jenazah bocah berumur 8 tahun bernama Fitriani, dari keadaan fisiknya ini korban sudah lima hari meninggal, diduga korban tewas dibunuh setelah sebelumnya diperkosa, saat ini kita akan mencari tahu siapa pelakunya, kapan dan meninggal karena apa,” katanya.
Selain itu, dokter Forensik RS Bhyangkara Kompol Dr Mansuri, membenarkan pihaknya telah menerima jenazah korban.
“Korban tewas akibat dianiaya dengan menggunakan benda tumpul di kepala dan sekujur tubuh, tapi yang menyebabkan korban tewas adalah benturan di kepala, kalau mengenai kayu yang tertancap di kemaluan korban saya tidak bisa memberikan komentar karena kode etik kami, tapi yang jelas memang ditemui kekerasan di tubuh korban, kini kasus ini ditangani pihak polsek Bayung Lencir,” katanya. (ery)











