Las Vegas, Sumselupdate.com – Penembakan massal di Las Vegas menewaskan 58 orang dan lebih dari 400 lainnya luka-luka. Aksi brutal ini menjadi salah satu insiden penembakan paling buruk dalam sejarah Amerika Serikat.
Angka korban itu diprediksi bakal bisa bertambah. Jika memang demikian, ini menjadi salah satu insiden penembakan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat. Yakni melebihi angka korban insiden penembakan di klub malam Orlando tahun lalu yang menewaskan 49 orang.
Seperti dilansir BBC, penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 22:30 waktu setempat atau Senin (2/10/2017) pukul 11.30 WIB. Saat itu, tengah berlangsung festival musik country di kawasan Las Vegas Strip, Nevada, yang telah digelar sejak Jumat (29/9/2017).
Ratusan orang pun melarikan diri dari tempat kejadian ketika suara berondongan tembakan senjata otomatis terdengar secara berkepanjangan. Bahkan saksi mata melaporkan bahwa pelaku memberondongkan ratusan tembakan.
Seiring terus berlangsungnya penembakan, sejumlah penerbangan dialihkan dari bandara McCarran, Las Vegas.
Kepolisian Las Vegas mengkonfirmasi pelaku penembakan adalah laki-laki setempat, Stephen Paddock (64). Pelaku melepaskan tembakan dari lantai 32 Hotel Mandalay Bay ke arah lapangan terbuka konser, tak jauh dari hotel.
Ia ditemukan tewas di kamar hotelnya dan polisi menemukan beberapa pucuk senjata.
Sebelumnya polisi mengatakan mencari Marilou Danley, perempuan berdarah Asia yang disebutkan punya hubungan dengan tersangka pelaku penembakan.
Oleh media di Australia, Danley dilaporkan memegang paspor Australia. Beberapa jam kemudian sumber-sumber polisi kepada CNN dan Fox News mengatakan ia telah ditemukan dan dikatakan tidak terkait dengan insiden tersebut.
Polisi juga meyakini serangan ini dilakukan atas prakarsa sendiri dan tidak terkait dengan kelompok militan mana pun.
Sementara itu, Nevada termasuk negara bagian AS yang longgar memberlakukan peraturan tentang senjata api. Orang-orang dibolehkan membawa senjata api dan tidak diwajibkan mendaftarkan diri sebagai pemilik senjata. (shn)











