Sekayu, Sumselupdate.com – Diduga konsliting listrik mengakibatkan sedikitnya empat rumah di Dusun II, Desa Teluk, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) hangus terbakar setelah dilahap si jago merah, Minggu (17/9/2017), sekitar pukul 14.00.
Awalnya api mulai membakar rumah milik Asro’i yang saat itu hanya ada Bayu (12) di dalam rumah. Api diketahui berasal dari bagian tengah rumah korban dan dengan cepat membakar seluruh bagian rumah.
Saat diketahui warga api sudah membesar sehingga merambat ke beberapa rumah lain yang ada di sekitar rumah Asro’i dan dalam hitungan menit api sudah membesar serta menghanguskan rumah Asro’i.
Empat Mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, diantaranya 1 unit Damkar dari kecamatan Lais, 2 unit Damkar dari Sekayu dan dibantu oleh 2 Unit Damkar dari PT. Medco.
Setibanya di lokasi kebakaran Api sudah membesar dan sulit dijinakkan, akses memadamkan api juga terhambat dengan padatnya rumah disekitar lokasi kebakaran menyulitkan Tim pemadam untuk memadamkan api tersebut.
Atas musibah tersebut sedikitnya empat rumah warga hangus terbakar yakni Rumah Mar’ah, Rumah Asro’i, rumah Bangkok (Sidi) dan rumah Mamat. Tidak hanya empat rumah yang terbakar namun merambat ke enam rumah lainnya.
Enam rumah lainnya yang juga terdampak atas musibah kebakaran tersebut, yakni rumah Ahmad Juni, Managun, Nazori, Awi, Kakcek Nang Idu dan Rumah Dwi.
Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Teluk Epri Lestari. S. Sos yang berada di lokasi kebakaran mengatakan, kebakaran tersebut diduga karena konsliting listrik di salah satu rumah yakni rumah Asro’i.

“Api dengan cepat merambat ke beberapa rumah lainnya sehingga warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan perabotan rumah mereka,” ungkap Epri.
Beruntung, sambung Epri, tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran pertama kali di Desa Teluk tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
“Semoga hal ini jadi pelajaran bagi kita untuk tetap waspada dan berhati-hati, jika hendak meninggalkan rumah pastikan arus listrik, kompor semua dalam keadaan mati, sehingga tidak mengakibatkan kejadian yang tak diinginkan,” pesannya. (est)











