Palembang, Sumselupdate.com – Misteri dari motif pembunuhan Minggu Baharuddin (27), Manajer K3 Waskita Karya, sedikit demi sedikit terkuak.
Jika pengakuan tersangka pertama berinisial MA (16) pelajar salah satu SMK di Kota Palembang yang diciduk Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang, Rabu (6/9/2017), kalau korban dihabisi lantaran salah sasaran.
Menurut keterangan MA, sebenarnya ia tidak berniat menghabisi korban, melainkan sebelum kejadian dirinya sempat terlibat keributan di kawasan eks bioskop Cineplek yang menjadi lokasi kejadian tersebut.
Saat itu korban yang merupakan mantan dosen ini lewat mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi.
“Saya kira korban itu musuh yang ribut dengan saya di jalan. Lalu dia saya tusuk mengunakan pisau carter,” katanya.
Namun pengakuan berbeda diungkapkan tersangka kedua berinisial FK (14), warga Jalan Cinde Welan, Kecamatan Ilir Barat (IB) I yang ditangkap Unit Pidum Satreskrim Polresta saat sedang berada di kediamannya, Kamis (7/9/2017), sekitar pukul 19.00.
Menurut FK, jika mereka menghabisi korban lantaran sengaja ingin merampok. “Ngak ada uang Pak, untuk main warnet makanya saya ikut untuk melakukan penodongan Pak,” ujar anak kesembilan dari sepuluh bersaudara ini.
Menurut dia, setelah melakukan aksi pembunuhan, para pelaku ini langsung merampas telepon genggam milik korban.
“Saya tidak tahu Pak, berapa HP itu dijual dan saya hanya dapat bagian Rp150 ribu,” katanya.
Sebelumnya, MA (16) diamankan Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang, Rabu (6/9/2017).
MA yang merupakan pelajar salah satu SMK di Kota Palembang ini dibekuk petugas saat sedang magang di salah satu mall di Kota Palembang,
Usai membekuk MA, petugas Satreskrim Unit Pidana Umum (Pidum) kembali mengamankan satu pelaku lainnya berinisial FK.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB melalui Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya kembali mengamankan salah satu pelaku pembunuhan terhadap korban Minggu Baharudin manajer K3 Waskita Karya.
“Tersangka ada dua orang untuk saat ini dan semuanya masih di bawah umur. Kita masih melakukan pengembangan dalam kasus ini. Untuk barang bukti kita amankan sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk korban. Lebih jelasnya besok akan kita rilis,” tukasnya.
Sebagaimana diketahui, Minggu Baharuddin (28), warga Jalan Tombak, Kelurahan Sekip Ujung, RT 07/02, Kecamatan Kemuning, tewas setelah dihujani sejumlah bacokan di kedua tangan, serta tikaman empat liang di punggungnya.
Korban Minggu yang masih berstatus lajang diketahui baru saja pulang dari kegiatan Diklat.
Kemudian dengan mengendarai motor Honda Beat warna hitam BG 2556 SI, saat melintas di lokasi kejadian di Jalan Raden Muhammad Cinde, Kecamatan Ilir Barat I, tepatnya di belakang Cineplek, mengalami kejadian tragis.
Tepatnya sekitar pukul 19.00, jasad korban Minggu telah ditemukan dengan posisi tertelungkup persis di samping sepeda motornya masih utuh demikian dengan tas isi laptop masih ada. Hanya saja ponsel merek Samsung S8 hilang belum ditemukan.
Taufik (38), kakak ketiga korban menceritakan, adiknya itu pendiam dan tidak pernah ada keluhan.
“Tidak ada masalah ditempat dia kerja. Dia baru hitungan bulan kerja, sebelumnya dosen, S1 kesehatan dan S2 juga kesehatan,” ungkapnya.
Taufik menyebutkan sekian luka tusukan di derita adiknya. Seperti terdapat luka luka cekikan di lehernya.
Sedangkan keterangan Maswani (43) bibi korban, kalau keponakannya itu minta carikan jodoh.
“Minta carikan calon hafidzoh. Untuk ibadahnya dia sepuluh betul. Selain manajer, keponakan aku ini pernah jadi dosen juga,” timpalnya. (tra)











