Wisata Religi Sambil Khataman Alquran Raksasa

Sabtu, 11 Juni 2016
Marta Rahmawati, salah santri tengah membaca Alqur'an raksasa yang berada di Pesantren Al-Ihsaniyah di Jalan M Amin Fauzi, Kecamatan Suak Bujang, Gandus Palembang, Sabtu (11/6).

Palembang, Sumselupdate.com –Selama bulan suci Ramadhan banyak yang dilakukan oleh umat muslim dalam meningkatkan keimanan dan mencari pahala, serta memohon keridhoan dari sang maha pencipta.

Salah satunya, berwisata religi ke tempat Alquran raksasa ‘Al-Akbar’ yang berada di Pesantren Al-Ihsaniyah di Jalan M Amin Fauzi, Kecamatan Suak Bujang, Gandus Palembang, Sumatera Selatan.

Alquran dalam bentuk yang cukup besar ini  menjadi salah satu alternatif wisata religi. Selain menjadi destinasi yang begitu menarik untuk menunggu waktu berbuka, seni kaligrafi yang sangat menakjubkan ini juga dijadikan media bagi para santri untuk tadarusan alquran hingga  khataman.

Pengajar Pesantren Al-ihsaniyah, Muhammad Faizal, Sabtu (11/6) mengatakan, seni kaligrafi yang sangat mengagumkan ini setiap hari selama bulan suci Ramadan banyak dikunjungi masyarakat dengan tujuan beragam. Ada yang datang untuk melihat keindahan Quran raksasa, ada juga yang sekedar ingin ngabuburit di sini.

Ia menjelaskan, Alquran raksasa ini tersusun rapi berdiri setinggi 15 meter memiliki 315 potongan papan tembesu,  berukuran 177×140 sentimeter, yang kedua sisinya diukir. Jika dihitung, jumlahnya menjadi 630 halaman. Selain itu, Alquran ini dilengkapi tajwid serta doa khatam bagi para pemula.

“Setiap tahun tempat ini alhamdulillah menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk melihat secara dekat dan sekaligus membaca Alqu’an raksasa dan meningkatkan keimanan,” katanya.

Menurutnya, karya ini menjadi Alquran terbesar di dunia dan telah diresmikan empat tahun silam oleh Presiden Indonesia keenam, Soesilo Bambang Yudhoyono.

Alquran 30 juz dengan ukiran kayu ini juga dibuat selama sembilan tahun oleh para santri dan pengajar pondok pesantren Al-ihsaniyah dan dipamerkan di rumah sang penggagas, Syofwatilah Mohzaib.

Lebih lanjut ia mengatakan, metode pendekatan membaca Alqur’an dengan ukuran besar ini cukup efektif. Pasalnya, dengan ukuran dan detail huruf Alquran yang bernilai seni tinggi ini lebih memudahkan para santri membacanya.

“Pembuatan Alquran raksasa ini menghabiskan 40 meter kubik kayu tembesu,” urainya.

Sementara itu, salah seorang santri Marta Rahmawati menyampaikan, setiap hari kegiatan dirinya dan santri lainnya selalu menghabiskan waktu untuk membaca Alquran raksasa ini.

“Targetnya bisa khatam,” katanya. (adi)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts