Palembang, Sumselupdate.com – Usai mengantar Edwar Limba (35), driver taksi online yang tewas dibunuh ke tempat peristirahatan terakhir, rencananya rombongan driver taksi dan ojek online bakal menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD dan Mapolda Sumsel, Rabu (23/8).
Aksi damai yang akan dilakukan pasukan transportasi dalam jaringan (daring) ini akan menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak terkait. Hal itu disampaikan dalam konsolidasi di SPBU PDPDE, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Selasa (22/8/2017).
Yudi, koordinator aksi menuturkan, Paguyuban Sopir Taksi Online Palembang yang terdiri dari 20 komunitas pengemudi taksi dan ojek ini akan melakukan aksi tandingan terkait unjuk rasa sopir angkot sebelumnya yang berujung tindakan perusakan dan penganiayaan terhadap sopir taksi online.
“Besok kami akan mengantar almarhum (Edward-red) dulu dimakamkan, kami akan menggelar aksi damai. Ada tiga tuntutan yang akan kami sampaikan kepada pemerintah dan penegak hukum, khususnya Kapolda Sumsel,” ujar Yudi.
Pertama menuntut aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa yang menewaskan Edwar Limba. Kemudian pihaknya meminta Kapolda mengusut pengrusakan dan pengeroyokan oleh sopir angkot saat sweeping terhadap sopir taksi online di depan Gedung DPRD Sumsel dan di Talang Kerangga. “Kami tidak mau ada sweeping lagi. Kalau ada lagi, kami tidak akan diam,” tegasnya.
Serta pihaknya meminta jaminan dari Polda Sumsel akan keselamatan mereka saat mencari nafkah. “Perlu diketahui, taksi online sudah legal dan apa yang kami lakukan ini halal. Kami minta jaminan sebagai warga negara dari polisi untuk keamanan kami saat bekerja,” ujarnya. (pto)











