BPK Diminta Audit Barang Sitaan KPK

Selasa, 22 Agustus 2017
Ilustrasi

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit barang sitaan dan rampasan KPK dalam menangani sebuah kasus.

“Ini jadi misteri. Selama ini dikerjakan KPK, diadministrasikannya di mana, sementara yang berwenang penuh hanya Rumah Penyimpanan Barang Sitaan dan Rampasan Negara,” kata Agun seperti dikutip dari liputan6.com.

Read More

Agun menjelaskan, audit itu penting dilakukan karena dari hasil temuan Pansus di lima kantor Rumah Penyimpanan Barang Sitaan dan Rampasan Negara (Rupbasan) Jakarta dan Tangerang, tidak didapatkan data-data barang sitaan dan rampasan berupa uang, rumah, tanah, dan bangunan dari kasus yang ditangani KPK.

Politikus Partai Golkar itu menegaskan bahwa DPR tidak memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mengaudit barang sitaan dan rampasan tersebut, itu sebabnya pansus kemungkinan akan meminta bantuan BPK.

“Berkaitan dengan barang rampasan dan sitaan, Pansus sudah bertemu dengan lima Kepala Rupbasan di wilayah Jakarta dan Tangerang, ternyata barang yang didaftarkan hanya sebatas mobil, motor, mesin dan alat kesehatan yang sudah rongsok,” kata dia.

Menurut dia terkait barang rampasan dan sitaan itu, Yulianis dan Mochtar Effendy dalam keterangannya di Pansus Angket telah menyatakan bahwa banyak data barang sitaan dan rampasan tidak terdaftar di Rupbasan.

Dia menyatakan, Pansus Hak Angket KPK ingin mendapatkan data secara objektif dan barang sitaan serta rampasan harus ada di Rupbasan. “Tidak menutup kemungkinan kami pun akan mengundang penyidik dan mantan penyidik KPK terkait barang rampasan dan sitaan,” ujar Agun.

Wakil Ketua Pansus Angket Taufiqulhadi mengatakan semua hasil barang sitaan dari tervonis yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan harus didaftarkan di Rupbasan. Menurutnya dari hasil kunjungan Pansus Angket ke lapangan, ditemukan fakta-fakta bahwa banyak bara sitaan dan rampasan tidak dilaporkan. “Menurut saya hampir semuanya belum dilaporkan. Benda bergerak ada, seperti mobil, motor dan lain-lain,” ujar Taufiqulhadi. (pto)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts