Palembang, Sumselupdate.com – Tiga pihak terkait yakni Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Nasrun Umar bersama Kepala Proyek Utama PT. Waskita Karya untuk LRT Palembang, Masudi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suratno memberikan keterangan secara rinci kejadian kecelakaan crane, Selasa (1/8/2017).
Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Nasrun mengucapkan rasa bela sungkawa dan permohonan maaf kepada korban luka akibat ambruknya crane dan menimpa rumah penduduk sekitar.
“Ini sebagai pertanggung jawaban moral kami atas musibah tersebut, juga agar para wartawan mendapatkan informasi yang akurat untuk disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih Lanjut Nasrun juga berharap kejadian ini tidak terjadi lagi. Walaupun sudah sangat diperhitungkan namun kuasa Allah berkehendak lain. “Kejadian kecelakaan pada pukul 2.30 dini hari akibat crane patah yang disebabkan tanah pijakan ambles. Hal ini sudah diperhitungkan dengan pemasangan plat besi, namun tetap amblas,” katanya.
Ditambahkannya, peristiwa itu terjadi di Jakabaring, tepatnya bersebelahan dengan fly over, diantara tiang LRT (Pier) no 672 dan 674 Jalan Gubernur H Bastari.
“Informasi yang beredar korbannya ada 8, tapi saya tegaskan, korban luka ada 3, yakni Rahma, Andre dan Eliana. Kerusaksn properti satu rumah dan satu ruko 4 pintu,” paparnya.
Disampaikannya, korban akan mendapat penggantian biaya pengobatan, serta penggantian properti sebagai komitmen dari PT Waskita Karya. “Untuk secara hukum pihak Polda Sumsel sudah menurunkan Tim Forensik guna mencari sebab kecelakaan, agar tidak ada kesimpang siuran,” tandasnya.
Sementara itu Suratno, selaku PPK dalam proyek ini akan melakukan konsolidasi agar pembangunan ke depan tidak terjadi masalah lagi. Ia juga sudah berkoordinasi dengan Polda Sumsel untuk menjaga dan memastikan pembangunan LRT tetap berjalan dengan baik.
“Ini sebagai pengalaman dan menjadi yang terakhir terjadi. Kami akan koordinasi dan intropeksi dilapangan agar kedepan tidak terulang, ini pembelajaran namun bukan sebagai alasan pemaaf,” katanya.
Ditempat yang sama, Masudi, Kepala Proyek Utama PT. Waskita Karya mengatakan, kecelakaan ini tidak akan menghambat secara signifikan pembangunan LRT secara kesuruhan karena sudah plus 3 persen dari target, namun untuk di lokasi akan terjadi keterlambatan, tapi tidak untuk keseluruhan.
“Pembangunan ini terbagi dua, karena keterbatasan space. Kecelakaan terjadi karena tanah tanah pijakan crane labil, kami sudah menyiapkan plat, namun tetap amblas dan menyebabkan crane labil. Pada pengangkatan sebelumnya tidak terjadi apa apa,” paparnya.
Ia menyatakan untuk evakuasi girder baja menunggu pemilik properti, sementara untuk yang lainnya sudah dievakuasi kemungkinan malam nanti akan selesai. Sementara untuk jumlah kerugian pihaknya masih menghitungnya.
“Daerah rawan sebenarnya zona tiga simpang Charitas karena aspal sudah terkelupas oleh beban alat berat dan simpang Tanjung Api-Api. Untuk Simpang Tanjun Api-Api rawan karena akan mengangkat beban yang tingginya hingga 18 meter,” ujarnya.
PT. Waskita Karya juga melakukan investigasi internal dan sudah mulai turun pada pukul 13.00 WIB. Investigasi internal bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (adi)











