Jakarta, Sumselupdate.com – PT Bukit Asam (Persero) Tbk meraih laba bersih Rp1.723,9 miliar pada semester I tahun 2017 atau 242 persen dari periode sebelumnya, serta laba per lembar saham sebesar Rp818 atau naik 282 persen.
Direktur Utama PTBA, Arvyan Arifin mengatakan, faktor fundamental pencapaian tersebut berkat komitmen yang kuat dari perseroan dalam melakukan optimasi investasi maupun operasional sejak periode sebelumnya.
“Selain itu kenaikan laba bersih ditopang juga oleh pertumbuhan volume produksi, angkutan dan penjualan yang tinggi, optimasi harga jual rata-rata batubara serta efisiensi yang secara terus menerus dilakukan,” ujar Arvyan melalui siaran pers yang diterima oleh Sumselupdate.com.
Arvyan juga mengatakan, PTBA juga membukukan pendapatan selama semester 1 tahun 2017 sebesar Rp8,97 triliun naik 32,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp6,76 triliun.
“Peningkatan pendapatan ini sebagai hasil dari upaya perseroan dalam melakukan penetrasi pasar untuk menjual batubara Low to Medium Range Calorie pada saat membaiknya harga batubara dunia,” paparnya.

Untuk volume penjualan periode Januari-Juni 2017, kata Arvyan, yakni sebesar 11,36 juta ton atau meningkat 13,4 persen dari periode yang sama tahun 2016 sebesar 10,02 juta ton.
Di mana volume penjualan ekspor sebesar 4,16 juta ton, naik 11,4 persen dan volume penjualan domestik sebesar 7,20 juta ton, naik 14,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan penjualan karena meningkatnya permintaan atas batubara Bukitasam-48 dan Bukitasam-50, baik dari pasar ekspor maupun domestik. Komposisi penjualan batubara domestik pada periode Januari-Juni 2017 sebesar 63,4 persen dan untuk pasar ekspor sebesar 36,6 persen,” lanjutnya.
Untuk total produksi periode Januari-Juni 2017, paparnya, yakni mencapai 9,43 juta ton atau 123,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,65 juta ton, sedangkan pembelian tercapai 172 ribu ton.
Untuk tahun 2017, kata Arvyan lagi, perusahaan yang dipimpinnya merencanakan produksi batubara sebesar 21,92 juta ton dan pembelian sebesar 0,4 juta.
Sehingga total produksi dan pembelian sebesar 22,37 juta ton, naik 9,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar 19,95 juta ton.
Selain itu, PT Kereta Api Indonesia menyatakan komitmennya untuk mengangkut batubara PTBA dari lokasi tambang sebesar 20,48 juta ton, masing-masing 17,24 juta ton menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan 3,2 juta ton menuju Dermaga Kertapati di Palembang.
“Angkutan tersebut meningkat 7,1 persen dari tahun 2016 sebesar 19,12 juta ton, masing-masing 16,0 juta ton menuju Pelabuhan Tarahan dan 3,1 juta ton menuju Dermaga Kertapati,” tambahnya.
PTBA juga menargetkan peningkatan penjualan pada tahun 2017 menjadi sebesar 23,17 juta ton, dengan komposisi 15,0 juta ton untuk memenuhi permintaan domestik, atau 58 persen dari total target Penjualan, dan ekspor sebesar 8,17 juta ton, setara dengan 42 persen dari total Penjualan. Target penjualan domestik naik 22 persen atau 2,7 juta ton dibandingkan tahun 2016.
“Untuk pasar ekspor, tahun 2017 perseroan meningkatkan penjualan batubara jenis low to medium range calorie untuk memenuhi permintaan pasar yang berasal dari Tiongkok, India, Taiwan, Jepang, Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan Vietnam,” paparnya. (azw)











