Martapura, Sumselupdate.com – Satu dari empat orang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) bernama Roy Hendra (17), warga Dusun I Desa Anyer, Kecamatan BP Bangsa Raja, Kabupaten OKU Timur, berhasil diringkus tim Shadow Wallet (SW) Polres OKU Timur, Kamis (27/7), sekitar pukul 22.00, di tempat persembunyiannya.
Aksi perampokan kawanan pelaku menimpa Kurniadi (29), seorang pemudik dari Jakarta, yang hendak pulang ke kampung halamannya di Desa Srikencana, Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur, menjelang Hari Raya Idul Fitri silam.
Pelaku Roy berhasil diringkus tanpa perlawanan di sebuah rumah kosong milik salah satu kerabatnya di Desa Anyer Kecamatan BP Bangsa Raja, OKU Timur, setelah dua hari dipantau aparat.
“Tim SW melakukan pengintaian selama dua hari sebelum meringkus tersangka Roy. Total pelaku semuanya berjumlah empat orang. Tiga orang saat ini masih DPO, atas nama Yoga, Beri, dan Sumo,” terang Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasubbag Humas AKP Hardan didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Faisal P Manalu saat dikonfirmasi, Sabtu (29/7/2017).
Adapun peran tersangka Roy, menurut keterangan pihak kepolisian, dalam kasus tersebut merupakan eksekutor atau orang yang melakukan penembakan terhadap korban Kurniadi.
“Eksekutornya dia (Roy –red), dari catatan kami, Roy ini juga baru sekitar dua bulan keluar dari rutan atas kasus pencurian, residivis-lah,” tambah Hardan.
Saat ini tersangka beserta barang bukti satu unit sepeda motor jenis Yamaha V-Ixion warna putih merah, dengan nomor polisi B6 5936 ES sudah diamankan di Mapolres OKU Timur untuk pengembangan lebih lanjut.
“Tersangka kita kenakan Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 12 Tahun penjara,” tegasnya.
Seperti diketahui, pada hari Kamis (22/6) lalu, sekitar pukul 15.00, telah terjadi tindak pidana curat terhadap korban Kurniadi (29) dan keponakannya Sandi (20), di Jalan raya Sribunga BP Bangsa Raja.
Pada saat kejadian Kurniadi harus meregang nyawa akibat luka tembak di bagian tengkuk kepalanya.
Niat korban yang hendak menghabiskan masa libur lebaran bersama keluarga tercintanya, harus dibayar mahal dengan kehilangan nyawa dan harta benda yang dibawanya sebagai buah tangan untuk keluarga di kampung halaman. (yul)











