Palembang, Sumselupdate –Menjelang – H 1 pemilihan Wakil Walikota Palembang, berkas kedua Calon Wakil Walikota Palembang (Cawawako) dinyatakan lengkap.
Wakil Ketua Panitia Pemilihan Wawako Palembang, M Adiyansyah, mengatakan, pihaknya telah menerima berkas yang kurang dari kedua calon.
Selanjutnya pihaknya langsung membahas untuk diverifikasi dan dinyatakan kedua berkas dinyatakan lengkap.
“Untuk berkas kedua calon lengkap,” ujarnya, seusai gladi bersih paripurna di gedung DPRD Kota Palembang Jalan Gubernur H Bastari Jakabring Palembang, Kamis (2/6/).
Dengan lengkapnya kedua berkas, DPRD bisa melangsungkan rapat paripurna pemilihan Wakil Walikota Palembang, di mana rapat paripurna pertama pukul 09.00 membacakan penetapan dua nama calon Wawako Palembang.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dan visi misi dari dua calon. Sementara rapat paripurna lanjutan DPRD Palembang pada pukul 14.00 melaksanakan proses pemilihan.
“Semua lengkap, tidak ada permasalahan lagi, semua anggota panlih sepakat untuk dilanjutkan,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan pemilihan Wawako, setiap pemilik suara dalam hal ini anggota dewan, dilarang membawa pena atau telepon celular kedalam bilik suara yang sudah disediakan.
“Nanti, sebelum anggota masuk ke bilik suara, akan diperiksa dahulu oleh tim yang sudah disiapkan. Artinya tanpa intervensi dari luar, pemilihannya boleh di contreng,”kata Politisi Partai Golkar ini.
Sebelumnya Panitia Pemilihan Wakil Walikota (Wawako) Palembang menggelar gladi resik di ruang sidang paripurna DPRD, Kamis (2/6).
“Kita persiapan untuk besok, pemilihan wakil walikota Palembang yang akan dipilih dalam rapat paripurna,” kata Wakil Ketua DPRD Palembang M Adiansyah.
Menurut Adiansyah, gladi bersih dilakukan agar proses pemilihan wawako berjalan lancar sesuai mekanisme. “itu harapannya,” jelasnya.
Ditambahkan dia, mekanisme pemilihan sendiri sama seperti pemilihan kepala daerah atau lainnya menggunakan surat suara bergambar, bernomor, bilik suara, dan juga menggunakan saksi. “Ada 49 hak suara yang akan memilih kedua wawako,” kata Politisi Golkar itu.
Wakil ketua DPRD Palembang Mulyadi mengatakan, proses pemilihan wawako ini akan diamankan personel kepolisian. “Pemilihan ini akan dibantu personel kepolisian,” sebut Politisi Demokrat itu.
Pengamatan tim Pansus pemilihan wawako sudah menyiapkan satu kotak suara dan satu bilik suara. Pemilihan Wawako di DPRD Palembang akan menentukan antara Fitrianti Agustinda yang mendapatkan No urut 1 dan KH Suhaeli Ibrahim (nomor urut 2).
Dari 50 anggota dewan yang memiliki hak suara, hanya satu yang tidak dapat memilih, yakni Fitrianti dikarenakan calon Wawako.
Pengecekan kotak suara dan bilik suara serta papan tulis dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Palembang, Darmawan, dan seluruh anggota legislatif DPRD Kota Palembang.
Namun khusus untuk kotak suara lubang untuk masukan kertas suara terlalu kecil sehingga anggota dewan minta kepada sekretariat untuk memperbesar lubang tersebut.
Selain itu, pendingin ruangan juga menjadi catatan. Ruang paripurna kerapkali dirasa panas karena minimnya pendingin sehingga anggota dewan minta ditambah alat pendingin.
Sementara itu Polresta Palembang mengerahkan sebanyak 350 petugas yang disiagakan untuk menjaga keamanan.
“Ada 350 petugas gabungan yang akan siaga. Dari subuh sebelum sidang paripurna, petugas sudah siaga untuk melakukan penjagaan. Pastinya petugas tetap siaga hingga paripurna selesai,” ujar Kompol Andi Kumara, Kabag Ops Polresta Palembang, Kamis (2/6).
Mengenai teknis pengamanan pada saat berlangsungnya sidang paripurna Pilwawako Palembang, Andi mengatakan, petugas akan disebar setiap sudut area Gedung DPRD Kota Palembang.
Mulai dari pagar pintu masuk gedung hingga di dalam gedung. Bahkan ada sebagian area yang akan disterilkan.
“Setiap area ada ring-ring petugasnya. Petugas yang siaga ada petugas yang berseragam dan ada petugas berpakaian sipil. Pastinya petugas akan tetap siaga hingga paripuran selesai,” katanya.
Di tengah-tengah persiapan pemilihan Wakil Walikota Palembang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang kedatangan massa aksi yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Pemuda Peduli Palembang (AP3), Kamis (2/6) di gedung DPRD Kota Palembang.
Setidaknya ada ratusan massa aksi yang turun untuk menyatakan sikap dengan beberapa tuntutan terkait pemilihan Wakil Walikota (Pilwawako) Palembang.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi (Korak) AP3 Rubi Indiarta menjelaskan, pihaknya mendukung sepenuhnya independensi Walikota Palembang Harnojoyo untuk menentukan dua calon wawako sesuai dengan konstitusi yang dituangkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No 49 tahun 2008.
Untuk itu pihaknya menolak berbagai bentuk intervensi politik kelompok-kelompok tertentu yang ingin memaksakan kehendak dan syahwat politik yang didasari ego politik serta kepentingan.
Wakil Ketua DPRD Palembang, Adiansyah mengatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi sikap AP3 tersebut.
Mereka menginginkan proses pemilihan berjalan sesuai jadwal yang ada. “Semua proses sudah kami laksanakan, tinggal pelaksanaan pemilihan Jumat (3/5),” katanya. (ery)











