Baturaja, Sumselupdate.com – Saat pelaksanaan apel pagi jajaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) dikejutkan dengan penyerangan yang dilakukan dua pemuda tak dikenal terhadap petugas jaga.
Beruntung, berkat kesiapan dan kesigapan petugas yang berjaga di pintu gerbang Mapolres, seorang pemuda yang melakukan penyerangan tersebut dapat dilumpuhkan, meski salah satu rekannya sempat hendak melarikan diri.
“Kejadian tadi merupakan adegan simulasi penanganan aksi teror ke Mapolres OKU,” kata Kapolres OKU AKBP NK Widiyana Sulandari saat dibincangi awak media usai melakukan simulasi penanggulangan teror gabungan dengan TNI pada Minggu (9/7/2017) pagi.
Dikatakan Kapolres, pihaknya sengaja melakukan latihan untuk mengantisipasi terjadinya serangan teror ke Mapolres OKU, juga untuk pengamanan HUT ke-71 Bhayangkara yang akan digelar pada Senin (10/7) besok.
“Dalam hal ini, jajaran harus siap setiap saat, terlebih lagi isu di beberapa daerah seperti penyerangan yang terjadi di Jawa Barat juga di derah lain dan alhamdulillah dalam wilayah hukum Polres OKU sudah kita deteksi, dan tidak ada indikasinya,” kata Kapolres OKU yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolres OKU Selatan ini.
Di samping itu, pihaknya menyiagakan petugas untuk memantau tempat penginapan, serta kos-kosan yang ada di Kabupaten OKU.
“Hampir rata-rata pelaku teror di berbagai daerah tinggal sementara di rumah kos atau penginapan, dan ini kita sisir setiap saat terutama warga asing yang baru datang,” jelas Widiyana.
Pihaknya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat, agar waspada terhadap warga asing yang baru datang dan turut berpartisipasi dalam pengamanan.
“Kalau masyarakat melihat dan menemukan warga baru yang mencurigakan, segera lapor dengan pemerintah setempat, mulai dari tingkat RT lapor ke RW, dan Pemerintah Desa atau Kelurahan, kemudian langsung laporkan ke kantor Polisi terdekat,” pintanya.
Kapolres OKU mengimbau masyarakat agar jangan mudah terpancing dan terkontaminasi dengan isu yang berkembang, karena itu akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Jaga kerukunan umat beragama, dan saling menghargai satu sama lain, karena kita satu ideologi yaitu ideologi Pancasila, karena dalam mengantisipasi aksi teror bukan hanya tugas kepolisian,” imbau Widiyana.
Masih kata Kapolres, dalam rangka HUT ke-71 Bhayangkara pihaknya menggelar berbagai kegiatan, di antaranya donor darah, pengobatan gratis, dan memeberikan sumbangan ke panti asuhan sebagai tali asih juga memberikan sumbangan ke Pondok pesantren. (wid)











